Minggu, 21 Juni 2026

Iran Kesulitan Buka Selat Hormuz Akibat Ranjau Laut yang ’Hilang’

Penulis : Grace El Dora
11 Apr 2026 | 11:26 WIB
BAGIKAN
Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman pada 8 April 2026. (Foto: ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri)
Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman pada 8 April 2026. (Foto: ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri)

ISTANBUL, investor.id – Upaya pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh menemui kendala teknis yang serius. Pemerintah Iran dilaporkan kesulitan menyingkirkan ranjau laut yang mereka pasang sendiri di jalur pelayaran strategis tersebut karena kehilangan jejak posisi sejumlah perangkat ledak itu.

Laporan New York Times yang dirilis Jumat (10/4/2026) menyebutkan Iran tidak mampu mendeteksi kembali seluruh ranjau laut yang telah disebar bulan lalu. Mengutip pejabat Amerika Serikat, laporan tersebut mengungkapkan situasi ini menghambat kemampuan Iran untuk menjamin keamanan lalu lintas kapal, meskipun tekanan dari Washington terus meningkat.

Kendala Teknis dan Bahaya Hanyut

Ranjau-ranjau tersebut sebelumnya dipasang menggunakan kapal-kapal kecil pasca-pecahnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Langkah ini sempat melumpuhkan lalu lintas kapal tanker dan memicu lonjakan harga energi global secara drastis.

ADVERTISEMENT

Meski Iran berupaya menjaga koridor sempit agar tetap bisa dilalui, terutama bagi kapal yang bersedia membayar "biaya tol", rute aman tersebut sangat terbatas. Para pejabat AS menduga beberapa ranjau telah hanyut terbawa arus atau tidak tercatat koordinatnya dengan akurat saat proses pemasangan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi selat akan tetap dibuka namun dengan catatan mempertimbangkan keterbatasan teknis. Pernyataan ini ditafsirkan oleh intelijen Barat sebagai pengakuan tersirat atas sulitnya proses pembersihan ranjau tersebut.

Diplomasi di Islamabad

Masalah ranjau ini diprediksi akan menjadi topik utama dalam perundingan di Pakistan antara delegasi Iran dan delegasi AS yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Washington mendesak agar Selat Hormuz segera dibuka kembali secara "lengkap, segera, dan aman" demi stabilitas ekonomi dunia.

Hingga saat ini, proses pembersihan ranjau darurat masih berlangsung. Namun, para ahli memperingatkan bahwa menyingkirkan ranjau laut jauh lebih sulit dan memakan waktu lama dibandingkan saat memasangnya, apalagi kedua belah pihak disebut belum memiliki armada pembersih ranjau yang mampu bekerja dalam waktu singkat.

Penggunaan ranjau laut merupakan salah satu taktik "perang asimetris" yang paling efektif sekaligus berbahaya dalam mengontrol jalur perairan sempit seperti Selat Hormuz. Ranjau laut tidak hanya berfungsi sebagai senjata penghancur fisik bagi kapal tanker raksasa, tetapi juga sebagai senjata psikologis yang mampu menghentikan aktivitas perdagangan global secara instan.

Dalam sejarah konflik di kawasan Teluk, ranjau laut sering kali menjadi ancaman jangka panjang karena sifatnya yang sulit dideteksi setelah dilepaskan ke laut lepas. Arus laut yang kuat di Selat Hormuz dapat memindahkan ranjau dari titik awal pemasangan, mengubahnya menjadi "ancaman terapung" yang tidak terkendali.

Tanpa peta koordinat yang akurat atau teknologi pembersihan (minesweeping) yang canggih, pemulihan jalur pelayaran internasional dapat memakan waktu berbulan-bulan, yang pada akhirnya akan terus menekan stabilitas harga minyak dan asuransi pengiriman barang di seluruh dunia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia