Minggu, 21 Juni 2026

Dunia Terancam Perang Terbuka di Laut Pasca Blokade Selat Hormuz

Penulis : Grace El Dora
13 Apr 2026 | 17:29 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kapal tanker melewati Selat Hormuz.
Ilustrasi kapal tanker melewati Selat Hormuz.

WASHINGTON, investor.id – Krisis di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat berbahaya. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi memerintahkan blokade maritim terhadap seluruh pelabuhan Iran mulai Senin (13/4/2026) pukul 10.00 waktu Washington (21.00 WIB). Langkah ini diambil setelah perundingan maraton di Pakistan gagal mencapai kesepakatan damai.

Blokade ini menargetkan seluruh lalu lintas kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Meski AS menyatakan tidak akan menghalangi kapal yang menuju pelabuhan non-Iran, kebijakan ini berisiko memperluas medan perang dari daratan ke perairan internasional.

Gagalnya Diplomasi di Islamabad

Negosiasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf berakhir buntu. Titik sengketa utama tetap pada masa depan program nuklir Iran. Trump secara blak-blakan menyatakan tidak peduli jika Iran menolak kembali ke meja perundingan.

ADVERTISEMENT

"Jika mereka tidak kembali, saya tidak masalah. Kita sudah mencapai tujuan militer kita, termasuk menghancurkan kemampuan mereka memproduksi rudal dan drone," tegas Trump sebagaimana dikutip Bloomberg internasional, Senin.

Ia bahkan memperingatkan dengan nada keras. "Setiap warga Iran yang menembak ke arah kami atau kapal damai, akan diledakkan ke neraka!" serunya.

Iran tidak tinggal diam. Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezaee menegaskan Iran tidak akan membiarkan embargo tersebut terjadi dan memiliki "kekuatan tersembunyi" untuk melawannya.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga memperingatkan kehadiran kapal militer AS di dekat selat akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata yang seharusnya berlangsung hingga 22 April 2026.

Dampak Ekonomi: Harga Energi Meroket

Kabar blokade ini langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak hingga 9,1% mendekati level US$ 104 per barel, sementara harga gas berjangka di Eropa meroket hingga 18%.

Para analis memperingatkan risiko besar dari taktik "de-eskalasi melalui eskalasi" yang diterapkan Trump. Kapal-kapal perang AS kini berada dalam jangkauan ancaman drone dan rudal Iran yang lebih dekat, yang dapat memicu siklus kekerasan yang tak terkendali.

Dunia Terancam Perang Terbuka di Laut Pasca Blokade Selat Hormuz
Serangan udara Timur Tengah. (Sumber: Bloomberg)

Meskipun Trump mengklaim akan ada negara lain yang terlibat dalam blokade, identitas sekutu tersebut masih gelap. Inggris secara tegas menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam blokade tersebut kecuali ada rencana kolektif yang jelas untuk membuka kembali jalur pelayaran secara damai.

Negara-negara di Asia Tenggara juga mulai menyuarakan keprihatinan mendalam, mendesak kedua pihak untuk kembali ke jalur diplomasi guna menghindari dampak ekonomi yang lebih parah bagi kawasan.

Selat Hormuz adalah jalur energi paling krusial di dunia, yang menghubungkan produsen minyak di Teluk Persia dengan pasar global. Sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia melewati selat sempit ini.

Blokade militer di wilayah ini merupakan instrumen politik yang sangat ekstrem karena dampaknya tidak hanya menyasar militer lawan, tetapi juga mencekik ekonomi global melalui inflasi energi. Dalam sejarahnya, Iran sering menggunakan kontrol atas selat ini sebagai alat tawar ekonomi.

Dengan blokade resmi dari Amerika Serikat, dunia kini menghadapi risiko terhentinya arus komoditas energi secara total, yang dapat memicu resesi global jika konflik terus berkepanjangan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia