Minggu, 21 Juni 2026

Iran Perketat Aturan di Selat Hormuz, Tarik Biaya Transit

Penulis : Grace El Dora
19 Jun 2026 | 19:43 WIB
BAGIKAN
Kapal tanker minyak berlabuh di lepas pantai Selat Hormuz di dekat Bandar Abbas, Iran, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)
Kapal tanker minyak berlabuh di lepas pantai Selat Hormuz di dekat Bandar Abbas, Iran, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

TEHERAN, investor.id – Pemerintah Iran mengeluarkan aturan baru yang mewajibkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk mendapatkan izin khusus dari otoritas setempat. Kebijakan ini tertuang dalam dokumen resmi yang diterbitkan oleh Persian Gulf Strait Authority (PGSA), yang sekaligus menjadi sinyal awal bagi rencana penerapan biaya transit di masa mendatang.

Berdasarkan aturan terbaru, setiap kapal yang hendak melewati jalur vital tersebut diwajibkan memiliki polis asuransi yang diterbitkan oleh Iran. Meski saat ini asuransi tersebut masih diberikan secara gratis oleh pemerintah Iran, PGSA menegaskan kebijakan ini dapat berubah.

"Saat ini, asuransi disediakan gratis bagi pemilik kapal. Namun, PGSA berhak untuk menetapkan biaya asuransi di masa depan. Jika diberlakukan, pemilik kapal wajib membeli dan memperbarui cakupan asuransi sesuai ketentuan," tulis pihak PGSA dalam situs resminya seperti dikutip Associated Press, Jumat (19/6/2026).

Selain kewajiban asuransi, Iran juga memerintahkan kapal-kapal untuk mengikuti rute pelayaran yang telah ditentukan. Instruksi ini memicu kebingungan di kalangan pelaut karena bertolak belakang dengan panduan dari kelompok angkatan laut Barat, yang sebelumnya menyarankan kapal untuk tetap berada di dekat pesisir Oman demi keamanan.

ADVERTISEMENT

Kekhawatiran Industri Pelayaran

Kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri pelayaran dan produsen energi global. Ketakutan akan adanya pungutan biaya (tol) di Selat Hormuz muncul setelah memorandum kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat (AS) hanya menjamin akses transit gratis selama masa berlaku 60 hari.

Hingga kini, industri masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut mengenai koordinasi dan jaminan keamanan di selat tersebut, terutama setelah Iran berjanji mengembalikan lalu lintas maritim ke tingkat normal dalam 30 hari sebagai bagian dari kesepakatan damai sementara. Meski sempat terjadi lonjakan lalu lintas pada Kamis (18/6/2026), pergerakan kapal dilaporkan melambat signifikan pada Jumat ini.

Sebagai informasi, PGSA merupakan lembaga yang dibentuk Iran selama masa perang dan saat ini berada di bawah sanksi Amerika Serikat. Otoritas negara-negara tetangga di kawasan Teluk pun telah menyatakan penolakan mereka atas legitimasi lembaga tersebut.

Selat Hormuz merupakan salah satu titik paling strategis di dunia, yang menjadi jalur utama bagi sekitar seperlima konsumsi minyak global. Mengingat signifikansinya bagi stabilitas pasokan energi dunia, jalur ini kerap menjadi zona panas dalam dinamika geopolitik antara Iran dan kekuatan Barat.

4Ketegangan di kawasan ini sering kali berdampak langsung pada volatilitas harga minyak mentah dunia, sehingga setiap perubahan aturan lintas di selat ini selalu dipantau ketat oleh pasar global dan negara-negara pengimpor energi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia