Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk
Sebagai langkah alternatif, otoritas Swiss telah menggelar pertemuan dengan pejabat Qatar yang bertindak sebagai penyokong negosiasi. Selain itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi selaku mediator juga telah tiba di Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi.
Perang ini telah menelan sedikitnya 8.000 korban jiwa yang mayoritas berada di Iran dan Lebanon, serta memicu lonjakan harga energi dan inflasi global.
Berdasarkan kesepakatan interim, Iran dijanjikan pelonggaran sanksi, pencairan aset senilai puluhan miliar dolar, serta dana rekonstruksi sebesar US$ 300 miliar. Meski menuai kritik dari sekutu Republik di Kongres AS menjelang pemilu paruh waktu November 2026, Donald Trump tetap membela keputusannya.
"Perang ini telah melemahkan Iran! Kami tidak bertemu karena putus asa, Iran-lah yang putus asa. Kita akan jalani masa 60 hari ini. Mereka tidak akan mendapatkan uang sepeser pun sebelum itu!" tulis Trump melalui media sosialnya.
Konflik yang terjadi di Lebanon saat ini tidak lepas dari eskalasi regional yang meletus pada 28 Februari 2025, ketika AS dan Israel memulai operasi militer massal terhadap Iran.
Lebanon terseret ke dalam pusaran perang setelah kelompok Hizbullah, yang merupakan sekutu strategis Iran, meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas. Respons tersebut memicu invasi darat dan serangan udara masif dari Israel ke wilayah Lebanon selatan sejak awal Maret 2025.
Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat setidaknya 3.912 orang tewas akibat gempuran Israel, termasuk di antaranya petugas medis, wanita, dan anak-anak. Di pihak Israel, setidaknya 32 tentara dan empat warga sipil dilaporkan tewas.
Konflik ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur di Timur Tengah, tetapi juga mencekik ekonomi dunia melalui lonjakan harga minyak global akibat ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi internasional. Rekonsiliasi lewat koridor diplomasi Swiss dan Qatar kini menjadi satu-satunya harapan yang tersisa untuk mencegah kehancuran ekonomi dan kemanusiaan yang lebih dalam.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






