Indonesia Harapkan Xi Jinping Pererat Hubungan Baik
BEIJING-Duta Besar Indonesia untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan berharap Presiden baru China Xi Jinping dapat makin mempererat hubungan Indonesia dan China didasarkan saling menghormati dan menguntungkan kedua pihak.
"Pertama, atas nama Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan selamat kepada Xi Jinping yang telah ditetapkan sebagai Presiden baru China. Diharapkan dengan wawasan internasional yang luas, pengalaman yang matang, rendah hati diharapkan Xi Jinping dapat makin mempererat hubungan antara Indonesia dan China," katanya, saat dihubungi Antara di Beijing, Kamis (14/3).
Imron menambahkan dengan sifat merakyatnya yang dalam, Xi Jinping juga dapat membangun China menjadi lebih baik. "Karena China yang stabil, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, juga akan memberikan kontribusi positif bagi kawasan, khususnya Indonesia," katanya.
Indonesia dan China telah sepakat untuk menjalin kemitraan strategis pada April 2005 dan ditindaklanjuti dengan berbagai kesepakatan kerja sama di berbagai bidang.
"Ini menunjukkan Indonesia dan China sebagai dua negara besar di kawasan masing-masing telah sepakat untuk terus bekerja sama, mempererat dan memperluas hubungan baik yang telah terjalin di masa mendatang. Diharapkan di bawah kepemimpinan China yang baru hubungan kedua negara dapat semakin ditingkatkan," ujar Imron.
Dicontohkannya, China telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia, begitu pun sebaliknya. "Perdagangan kedua negara pada 2012 telah menjadi 66,2 miliar dolar AS atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 62 miliar dolar AS.
Sementara itu investasi China di Indonesia pada tahun sebelumnya telah mencapai 2,2 miliar dolar AS, masih berada di bawah Jepang, Korea Selatan, Singapura, Amerika Serikat dan Jerman.
"Diharapkan ke depan, investasi China di Indonesia akan semakin meningkat," kata Imron.
Kongres ke-12 Rakyat Nasional China pada Kamis menetapkan presiden dan wakil presiden baru untuk masa pemerintahan kedepan.
Kongres Rakyat Nasional China yang digelar di Balai Agung Rakyat dan dihadiri Presiden China Hu Jintao, menetapkan Xi Jinping sebagai presiden baru China dan Li Yuanchao sebagai Wakil Presiden China yang baru.
Kongres juga menetapkan Xi Jinping sebagai Ketua Komisi Militer Pusat China.
Xi menghadapi tantangan berat mengingat China juga tidak terlepas dari krisis ekonomi global. Di dalam negeri Xi juga menghadapi masalah yang tak kalah pelik yakni tingginya harga perumahan, pendidikan, layanan kesehatan dan lingkungan hidup.
Dalam kongres legislatif China yang dimulai sejak Selasa (5/3) dibahas beberapa hal mengenai sejumlah isu tersebut, termasuk adanya perampingan kabinet dari 27 kementerian menjadi 25 kementerian, untuk menjamin efektivitas jalannya pemerintahan termasuk untuk menekan praktek korup.
Terkait itu, sejak terpilih sebagai orang nomor satu di Partai Komunis China, Xi telah berjanji untuk melestarikan supremasi partai, meningkatkan mata pencaharian, menerapkan reformasi ekonomi dan menindak tegas para koruptor.(*/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





