Jumat, 15 Mei 2026

Terima THR, Belanjakan atau Bayar Utang?

Penulis : Windarto
15 Apr 2023 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi belanja online platform e-commerce (Foto: IST)
Ilustrasi belanja online platform e-commerce (Foto: IST)

Jakarta, Investor.id – Lebaran hanya tinggal dalam hitungan hari. Biasanya di tanggal-tanggal seperti ini para karyawan sudah menerima tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan tempatnya bekerja. Tapi bagi karyawan yang ada di sektor informal ada pula yang mendapat jatah mendekati hari ‘H’.

Pada dasarnya, THR memang untuk memenuhi kebutuhan hari raya, dalam hal ini Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, yang diperingati seluruh umat Islam seluruh dunia. Nah, sudah menjadi tradisi, terutama bagi masyarakat Indonesia, Lebaran harus dirayakan dengan kegembiraan. Bukan hanya dengan menyediakan makanan-makanan yang enak, menghias rumah, juga busana baru.

Karena itulah, ketika memperoleh THR, biasanya sudah menyiapkan daftar apa saja yang akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan Lebaran tersebut.

Namun mesti diingat pula, walau THR merupakan bonus, tetap harus gunakan dengan baik agar tidak ‘merugi’. Demikian disampaikan Faculty Head of Sequis Training Academy of Excellence Samuji. Menurutnya, THR dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran termasuk untuk biaya mudik asalkan tidak habis dalam sekejap hingga kekurangan uang untuk membiayai pengeluaran lalu akhirnya menggunakan kartu kredit. “Alangkah baiknya THR dikelola agar bermanfaat dan tidak habis begitu saja,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Samuji memberikan tips mengelola THR dengan prinsip sederhana, yakni berbasis persentase dalam setiap alokasi anggaran. Persentase alokasi dapat berbeda pada setiap orang tergantung pendapatan dan kebutuhannya. Namun, dengan membuat perhitungan sedemikian rupa maka THR dapat digunakan dengan optimal dan lebih bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan terutama di masa depan.

“Dimulai dengan anggarkan pos dari THR untuk kewajiban dengan alokasi sekitar 5%, sedangkan untuk kebutuhan lebaran dapat dialokasikan hingga 50%. Lalu 20% untuk melunasi utang konsumtif, jangan lupa sisihkan sekitar 15% untuk pos dana darurat mengingat saat lebaran pun bisa saja terjadi risiko.Tersisalah 10% dari dana THR, ini bisa Anda alokasikan untuk pos masa depan,” sebut Samuji.

Alokasi kewajiban dalam THR digunakan untuk membayar zakat penghasilan, berbagi berkah kepada asisten rumah tangga, pengasuh anak, dan sopir. Jangan lupa juga sisihkan dana kewajiban untuk diberikan kepada orang tua agar mereka juga dapat menggunakannya untuk merayakan momen Idul Fitri.

Selanjutnya, 50% untuk belanja lebaran tidak harus semua dihabiskan. Belanjalah dengan prinsip cerdas, yakni utamakan dulu kebutuhan baru keinginan, manfaatkan promo, dan dapat juga belanja di marketplace karena harga lebih murah dan tidak perlu biaya tambahan, seperti transport, parkir, atau makan di restoran. Jika semua kebutuhan sudah terpenuhi maka dapat memenuhi keinginan yang tertunda.

Alokasi THR untuk melunasi utang dimaksudkan untuk utang yang sifatnya tidak tetap tapi jika tidak dibayar akan membebankan bunga yang tinggi, seperti tagihan kartu kredit dan tagihan lainnya. Dengan melunasi utang-utang tersebut maka pendapatan pada bulan selanjutnya dapat bersisa sehingga dana bulan mendatang yang tadinya untuk membayar utang bisa dialokasikan untuk keperluan masa depan.

Jika dana THR sudah dialokasikan dengan baik untuk kewajiban, melunasi utang, dan membiayai kebutuhan lebaran maka saatnya menambah dana cadangan untuk kebutuhan masa depan, setidaknya 10% dari THR.

Samuji pun menyarankan, jika Anda merasa dari pendapatan setiap bulan sudah cukup untuk membiayai kebutuhan saat ini dan sudah disisihkan untuk tabungan maka penerimaan THR bisa digunakan untuk investasi dan juga top up asuransi unit link, jika kebetuan memiliki produk tersebut. Bagi mereka yang memiliki asuransi unit link dapat melakukan top up premi agar dana tunai cukup hingga jangka waktu tertentu, sedangkan jika pendapatan sangat terbatas maka alokasi THR untuk belanja haruslah selektif. “Malah lebih baik persentase pos masa depan diperbesar sehingga THR dapat benar-benar bermanfaat untuk jangka panjang, seperti dana darurat, asuransi pendidikan untuk sekolah anak, dan menambah dana hari tua melalui investasi atau asuransi pensiun,” sebut Samuji.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia