Jumat, 15 Mei 2026

Masyarakat Ekonomi Digital ASEAN 2045

Investor.id
13 Mei 2023 | 16:40 WIB
BAGIKAN
Suasana pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (10/5/2023). KTT Ke-42 ASEAN mengangkat tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. (POOL/ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp)
Suasana pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (10/5/2023). KTT Ke-42 ASEAN mengangkat tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. (POOL/ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp)

Oleh Lili Yan Ing dan Yessi Vadila *)

Seratus besar topik yang paling banyak dicari dan diperbicangkan belakangan ini terkait dengan satu kata: digital! Semua yang Anda pikirkan, lihat, katakan, dan kerjakan pasti sedikit banyak ada kaitannya dengan digital – dalam era di mana digital telah mengisi semua sudut hidup kita.

Salah satu isu penting dari 125 pasal dalam Pernyataan Ketua ASEAN termaktub di Pasal 60, yang menyebutkan, "…demi mencapai transformasi digital yang inklusif menuju Masyarakat Ekonomi Digital ASEAN 2045."

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN telah digelar pada tanggal 9 hingga 11 Mei lalu, dan masih ada satu lagi KTT pada 5-7 September 2023.

ADVERTISEMENT

Pertama, mari renungkan sejenak makna penting KTT ASEAN dalam upaya membentuk visinya. Pada 2003, ASEAN sepakat untuk membentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan tenggat pada 2020, yang kemudian dipercepat menjadi 2015. Pada 2011, ASEAN memutuskan untuk mewujudkan integrasi dengan Asia Timur melalui skema Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang mencakup 10 negara anggota ASEAN dan lima negara mitra dagang dan investasi.

Jika digabungkan, 15 negara tersebut mencakup sepertiga populasi global. Negara-negara dalam RCEP juga mewakili 30% PDB global, 27% perdagangan global, dan 30% investasi asing langsung (FDI), sehingga menjadikan kelompok ini sebagai blok ekonomi yang pengaruhnya makin kuat di perekonomian global.

Kedua, kita coba pahami logika di balik pembentukan Masyarakat Digital ASEAN 2045. ASEAN secara umum punya sejarah panjang tentang kolonialisme dan imperialisme, yang berlangsung sejak abad ke-17 hingga abad ke-20.

Meskipun sudah merdeka, banyak negara di Asia yang sampai sekarang masih menghadapi dampak kolonialisme dan imperialisme, seperti kesenjangan ekonomi, ketidakstabilan politik, dan pertikaian sosial.

Karena sejarah panjang kolonialisme dan imperialisme ini, sangat penting untuk menjaga ASEAN sebagai “kawasan damai" yang tidak berpihak dan merdeka secara politik dan ekonomi.

Dengan bercermin pada masa lalu, negara-negara ASEAN bisa lebih mampu mengatasi tantangan-tantangan di masa sekarang dan bekerja mewujudkan masa depan yang adil dan sejahtera bagi semua.

Bersama-sama, ASEAN bisa mengatasi tantangan zaman sekarang dan bekerja mewujudkan masa depan yang adil dan sejahtera bagi semua melalui pembentukan Masyarakat Digital ASEAN 2045.

Ketiga, ketegangan geopolitik saat ini diperkirakan akan makin meningkat dan telah mengubah dunia menjadi multi-kutub karena dominasi yang hegemonik hanya menghasilkan pembangunan yang tidak berkelanjutan (unsustainable development).

Pergeseran ini menciptakan peluang dan momentum bagi negara-negara dengan kekuatan ekonomi menengah (middle-power) seperti Brasil, Korea Selatan, Afrika Selatan, dan negara-negara di Asia Tenggara untuk tampil ke depan dan memainkan peran lebih besar di masyarakat global yang multi kutub dan kian dinamis.

Meningkatnya kekuatan negara-negara yang perekonomiannya mulai bangkit ini tidak bisa diremehkan, karena globalisasi akan memungkinkan terciptanya lintas-koneksi dan rantai perdagangan bilateral di antara negara-negara middle-power (Siddiqui, 2021).

Sangat penting bagi negara-negara ini untuk menggunakan pengaruh ekonomi-politik mereka yang makin kuat guna mendorong kerja sama dan kolaborasi yang lebih luas dengan masyarakat internasional.

Kebangkitan negara-negara middle-power tersebut diiringi oleh kemampuan mereka untuk menjalankan pembangunan yang lebih berkelanjutan dan adil dan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif. 

Dengan melihat tiga alasan tersebut, relevansi ASEAN secara politik dan ekonomi tidak bisa diremehkan, terutama mengingat populasi di kawasan ini yang masih muda dan dinamis.

Menggenjot inovasi digital sembari mengutamakan pengembangan modal manusia termasuk inklusivitas bagi kaum perempuan, anak muda, dan para penyandang disabilitas akan makin meningkatkan relevansi ASEAN di perekonomian global.

Inovasi digital akan mengubah bukan saja cara kita bekerja tetapi juga cara kita hidup dan sistem perekonomian secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, teknologi digital telah memperkuat konektivitas, sistem keuangan, dan akses terhadap perdagangan dan layanan publik.

Pergeseran ini juga mengubah fokus dalam perdagangan barang dan jasa – dari semula “apa yang mau dijual” menjadi “bagaimana cara menjualnya”.

Ekonomi digital sedang tumbuh pesat dan pandemi Covid-19 mempercepat proses transformasi digital. Perdagangan digital, yang mencakup pembayaran digital dan jasa pengiriman digital, bernilai US$ 4,9 triliun pada 2021 dan diperkirakan akan mencapai lebih dari US$ 10 triliun pada 2030.

Di ASEAN, perdagangan digital diperkirakan bakal naik menjadi US$ 360 miliar pada 2025 dan US$ 1 triliun pada 2030, mencakup 10% dari pasar perdagangan digital global 2030 (Statista, 2022).

Kebangkitan inovasi digital bisa dilihat dari meningkatnya e-commerce, pembayaran digital, dan munculnya model-model bisnis baru yang mengubah sistem ekonomi secara keseluruhan.

Teknologi digital dan inovasi digital bukan hanya sebuah tren, tetapi merupakan perubahan fundamental yang akan terus memengaruhi hidup kita selama puluhan tahun ke depan.

Melalui upaya-upaya ini, ASEAN bisa sepenuhnya mewujudkan potensi ekonomi digital dan menciptakan peluang-peluang baru untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan di kawasan.

Sebagai tambahan, meningkatnya otomatisasi, penggunaan kecerdasan buatan (AI), dan berbagai teknologi canggih lainnya juga mengubah jenis pekerjaan, sehingga memberi peluang kerja baru dan meningkatkan produktivitas karena teknologi tersebut mampu bekerja lebih cepat, lebih presisi, dan lebih akurat yang pada akhirnya mengurangi biaya produksi dan operasional.

Laporan PwC pada 2017 memperkirakan bahwa penggunaan otomatisasi dan AI akan meningkat pada 2030 dan akan menambah US$ 15,7 triliun ke perekonomian global.

Kepemimpinan Indonesia di ASEAN pada 2023 menjadi momen penting bagi kawasan karena bentuk dan arah masa depan ASEAN akan ditetapkan. Dengan menegaskan pentingnya ASEAN dan menyongsong inovasi digital menuju Masyarakat Ekonomi Digital ASEAN 2045, ASEAN bisa melangkah ke depan menuju masa depan yang lebih sejahtera dan tangguh.

*) Lili Yan Ing adalah Sekretaris Jenderal di International Economic Association (IEA) and Penasihat Senior di Southeast Asia, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

*) Yessi Vadila adalah Spesialis Perdagangan di ERIA.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia