Membangun Stabilitas Tanpa Kepercayaan: Makna KTT Trump-Xi
13 Mei 2026 | 07:47 WIB
Pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada 14–15 Mei 2026 di Beijing dibutuhkan bukan karena kedua negara saling percaya, melainkan karena biaya dan risiko konflik sudah terlalu tinggi. Setelah berbulan-bulan hubungan Amerika Serikat (AS)–China kembali dibayangi tarif, pembatasan teknologi, ketegangan rantai pasok, dan isu geopolitik, kedua pemimpin memiliki kepentingan yang sama untuk mencegah hubungan bilateral bergerak ke arah konfrontasi terbuka.
Hubungan ekonomi menjadi jalur yang paling mungkin menghasilkan kesepakatan. AS membutuhkan hasil konkret yang dapat ditunjukkan kepada publik: tarif yang lebih terkendali, pembelian produk AS, stabilitas harga, dan kepastian bagi pasar. Sebaliknya, China membutuhkan prediktabilitas agar hubungan dagang tidak terus-menerus berubah menjadi instrumen tekanan politik. Bagi Beijing, stabilitas perdagangan penting bukan hanya untuk hubungan eksternal, tetapi juga untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.

