Jumat, 15 Mei 2026

Kemenkominfo Telusuri Dugaan Kebocoran 1,3 Miliar Data Kartu SIM Telepon Indonesia

Penulis : Abdul Muslim
1 Sep 2022 | 15:01 WIB
BAGIKAN
Gedung Kantor Kemenkominfo Pusat di Jakarta. (IST)
Gedung Kantor Kemenkominfo Pusat di Jakarta. (IST)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan penelusuran internal terhadap dugaan kebocoran 1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia yang disampaikan dan dijual oleh akun Bjorka.

Biro Humas Kemenkominfo pun menyampaikan, dari penelusuran internal tersebut, dapat diketahui bahwa Kemenkominfo tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar kartu SIM.

"Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kemenkominfo," ungkap Biro Humas Kemenkominfo, dalam pernyataannya, Kamis (1/9/2022).

ADVERTISEMENT

Namun begitu, Kemenkominfo saat ini juga sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber data dan hal-hal lain terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut.

Sementara itu, miliaran data pendaftaran kartu SIM Indonesia diduga bocor dan dijual di forum gelap. Data itu diklaim diperoleh dari Kemenkominfo. "1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia bocor!," ungkap akun @SRifqi, sambil menyertakan tangkapan layar akun Bjorka yang menjual data bocoran itu, Kamis (1/9/2022).

Data yang bocor tersebut diklaim meliputi data pendaftaran meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, nama penyedia (provider) layanan, dan tanggal pendaftaran.

Seperti diketahui, Kemenkominfo mewajibkan semua pengguna kartu SIM prabayar untuk mendaftarkan nomor teleponnya sejak Oktober 2017 sebagai persyaratan pengaktifan untuk mendapatkan layanan seluler. Syaratnya dengan memberikan NIK dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Dalam screenshot itu, Bjorka mengklaim memiliki 1,3 miliar data registrasi kartu SIM dengan kapasitas 87 GB. Dia menjualnya ddengan banderol US$ 50 ribu atau sekitar Rp 743,5 juta. Bjorka juga menyertakan sampel data sebanyak 2GB.

Sebelum kasus terssebut, Bjorka juga sempat mengklaim telah membocorkan data yang diduga 26 juta pelanggan IndiHome. Namun, PT Telkom Indonesia Tbk, sebagai indusk dari bisnis IndiHome, membantah data yang diklaim Bjorka sebagai data asli IndiHome.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia