Jumat, 15 Mei 2026

Groundbreaking Pusat Data Nasional Pertama Dilakukan Awal November 

Penulis : Herman
26 Okt 2022 | 13:41 WIB
BAGIKAN
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate usai acara peluncuran data center MettaDC, di Jakarta, 26 Oktober 2022.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate usai acara peluncuran data center MettaDC, di Jakarta, 26 Oktober 2022.

JAKARTA, investor.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominf) tengah bersiap untuk membangun empat pusat data nasional (PDN) di Indonesia secara bertahap. Lokasinya berada di Batam, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Labuan Bajo, dan di Jabodetabek, tepatnya di di Kawasan Deltamas Industrial Estate di Bekasi. Untuk PDN yang berlokasi di Bekasi, groundbreaking akan dilakukan pasa awal November 2022.

"Sedang kita siapkan untuk peletakan batu pertama pembangunan pusat data permanen pemerintah. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan si awal November 2022," kata Menkominfo Johnny G Plate usai acara peluncuran data center MettaDC, di Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Menkominfo menyampaikan, PDN di Bekasi ini merupakan data center dengan kategori tier-IV yang memiliki kategori dengan kualifikasi dan standar pusat data tertinggi yang ada di dunia.

ADVERTISEMENT

"Kapasitas storage-nya besar sekali karena ini pusat data permanen pemerintah," ujarnya.

Menkominfo mengungkapkan, saat ini ada lebih dari 2.700 pusat data dan server yang tersebar di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, sehingga kesulitan pada saat melakukan interoperabilitas data. Padahal banyak kebijakan pemerintah yang harus berbasis data.

"Kita membangun satu pusat data yang nanti akan mengkonsolidasikan seluruh data ada di pusat data. Nanti setelah dibangun, kita harapkan tidak ada lagi server di masing-masing kementerian/lembaga, tidak ada lagi server di daerah, semua ditaruh di pusat. Sedangkan wali datanya atau yang mempunyai akses terhadap data adalah kementerian/lembaga masing-masing," jelas Menkominfo.

Untuk tiga lokasi lainnya di Batam, IKN Nusantara, dan Labuan Bajo, Menkominfo dibkesempatan sebelumnya mengatakan mengatakan saat ini rencana pembangunannya masih terus berproses.

"Ini masih berprose, bangun satu dulu," kata Menkominfo.

Ia menambahkan, pembangunan pusat data nasional ini dilakukan dalam rangka redundancy satu dengan yang lainnya agar saling bisa memberikan dukungan, dan juga dengan mempertimbangkan tergelarnya jaringan pita lebar fiber optic yang juga memperhatikan kondisi geografis serta potensi bencana alam, misalnya aktivitas vulkanis bawah laut yang mengakibatkan banyak kabel bawah laut putus.

“Kalau kabel fiber optic-nya putus, berhenti pula transmisi datanya. Sehingga kita perlu menyiapkan (PDN) di beberapa lokasi yang memungkinkan secara teknis ada redundancy, dan secara ekonomi efisien” kata Menkominfo.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia