Etana Lakukan Edukasi Kesehatan Ginjal
JAKARTA, investor.id – PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) bersama Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menyelenggarakan edukasi kesehatan ginjal secara daring yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ginjal Sedunia pada 10 Maret 2022. Menghadirkan narasumber dr. Aida Lydia, PhD, SpPD-KGH selaku Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia/Pernefri.
Ketua Umum KPCDI Tony Richard Samosir mengatakan, KPCDI bersama Pernefri dan Etana berupaya memberikan edukasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat yang lebih luas agar pengetahuan tentang penyakit ginjal dapat tersebar dan diakses dengan mudah. Hari ini kita memperingati Hari Ginjal Sedunia, melalui tema ini semua pihak diajak untuk bergandengan tangan dalam mengencangkan edukasi kesehatan ginjal bagi masyarakat.
“Tentunya edukasi menjadi garda terdepan agar usaha mengurangi angka gagal ginjal di Indonesia dapat terwujud, dimana di Indonesia angka ini terus meningkat setiap tahun,” ungkapnya di sela webinar, belum lama ini.
Direktur Utama PT Etana Biotechnologies Indonesia Nathan Tirtana mengatakan, Etana bersama KPCDI dan Pernefri secara konsisten memberikan edukasi terkait kesehatan ginjal yang baik kepada masyarakat, pasien maupun tenaga kesehatan yang berada di unit hemodialisa. Pihaknya percaya melalui edukasi-edukasi yang diberikan dapat menambah pengetahuan masyarakat khususnya pasien hemodialisa dalam meningkatkan kualitas hidup untuk menjaga dan melindungi kesehatan dalam upaya meningkatkan kesehatan bangsa.
“Kami berharap dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan edukasi dan berkontribusi untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan untuk kesehatan ginjal yang lebih baik,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia dr Aida Lydia PhD SpPD-KGH mengatakan, dari data global satu dari sepuluh orang didunia mengalami penyakit ginjal, dan rata-rata mereka tidak mengetahui kalau memiliki penyakit ginjal. Mereka baru menyadari dirinya mengalami penyakit ginjal ketika fungsi ginjal sudah menurun jauh, sudah mendekati atau mencapai stadium akhir. Pada Pasien Ginjal Kronik (PGK) akan mengalami banyak komplikasi salah satunya adalah anemia, hampir 80% pasien dialysis memiliki Hb < 10 g/dL hal ini dikarenakan belum mendapatkan pengobatan anemia dengan baik.
“Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua agar komplikasi anemia ini bisa diatasi dengan baik, paling tidak bisa mendapatkan Hb yang baik antara 10 - 11,5 g/dL,” paparnya.
Dr Aida menambahkan jenis Gangguan Ginjal terbagi menjadi dua yaitu gangguan ginjal akut dan penyakit ginjal kronik (PGK). Untuk gangguan ginjal akut biasanya gangguan ginjal berlangsung mendadak (dalam jam-hari) dan fungsi ginjal dapat pulih bila segera diatasi. Sedangkan PGK biasanya gangguan ginjal sudah berlangsung lama (lebih dari 3 bulan) dan fungsi ginjal tidak dapat pulih, disini kita harus bisa mencegah jangan sampai menjadi gagal ginjal.
“Pada kondisi gagal ginjal, ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik sehingga perlu diatas dengan terapi pengganti ginjal atau kidney replacement therapy,” tutup dr Aida.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

