Cerita Muhammad Sadad Jatuh Bangun Membesarkan Retail Fashion Erigo
JAKARTA, Investor.id – Perusahaan retail fashion lokal, Erigo baru saja mendapatkan suntikan investasi puluhan miliar dari Deddy Corbuzier. Ini cerita Muhammad Sadad, pendiri dan CEO Erigo, jatuh bangun membesarkan Erigo dari nol.
“Saya membangun Erigo pada 2011 dari nol. Saya gunakan modal sendiri dan mengerjakan sendiri, dari mulai beli bahan ke Pasar Cipadu pakai motor, hingga memasarkan sendiri,” cerita Muhammad Sadad saat jumpa pers penandatanganan investasi oleh Deddy Corbuzier kepada Erigo di pabrik Erigo, Legok, Karawaci, Banten, Selasa (19/4/2022).
Selain dijual online, Erigo juga membuka pop store di sejumlah mal serta mengikuti berbagai pameran fashion di Jakarta. Perlahan tapi pasti, bisnis Erigo berkembang pesat. “Tahun 2014, penjualan Erigo itu nomor satu dan pada 2015 itu penjualan Erigo luar biasa. Selama itu, saya gak beli aset untuk pribadi. Semua keuntungan saya putar untuk membesarkan Erigo,” ungkap Sadad.
Jumlah karyawan akhirnya bertambah menjadi 600 orang. Namun bukan bisnis namanya kalau berjalan mulus. “Tahun 2014 itu Erigo pernah buka di Mal Kota Kasablanka dan penjualan nol,” cerita Sadad.
Selain itu, setelah sempat tumbuh besar, Erigo juga pernah jatuh. “Awal 2019 itu Erigo sempat jatuh karena instagram kami di-hack dan kami terjebak dengan euforia. Mobil Fortuner saya harus disita dan kami harus pindah kantor dari Kemang ke Parung, Bogor,” ujar Sadad.
Di Parung, Bogor, semua tim bekerja keras untuk mengembalikan kesuksesan Erigo sebelumnya. “Alhamdulillah support istri dan tim di Erigo luar biasa besarnya. Tahun 2020 Erigo sudah bisa kembali tumbuh dan bisa membangun pabrik, gudang, dan kantor di Legok, Karawaci, Banten, seluas 3 hektar di atas lahan 5 hektar,” ungkap Sadad bangga.
Apa strategi yang dilakukan Erigo untuk kembali bangkit? “Ya kami pindah ke Parung itu salah satu strategi. Di Parung cost kan rendah, tim juga bekerja lebih keras dan lebih siap, kami tidak melibatkan agency untuk promosi dan lain-lain, semua kami create sendiri, dan kami cepat mendevelop sesuatu. Alhamdulillah, di akhir 2019 penjualan kami tumbuh pesat bahkan nomor satu di atas penjualan Ramayana,” papar Sadad.
Selain itu, tak dipungkiri, pandemi Covid-19 yang mendorong perilaku belanja online meningkat, juga ikut mendongkrak penjualan Erigo. “April 2022 ini penjualan Erigo mencapai omset terbesar sepanjang 11 tahun ini. Dan selama 3 tahun terakhir, Erigo menjadi brand fashion dengan penjualan terbesar di marketplace top di Indonesia,” kata Sadad.
Kesuksesan ini akhirnya mengundang Deddy Corbuzer tertarik untuk menanamkan modal di Erigo. “Saya ketemu Muhammad Sadad, pemilik Erigo, pertama kali waktu saya wawancara di podcast saya. Gak nyangka bisnisnya sebesar ini dan belum ada retail lokal yang sebesar ini. Saya lihat orangnya sederhana, gak kayak orang kaya. Dan dia memulai perjalanan bisnis ini dari nol, itu kita hargai. Ini karakter yang luar biasa, bikin brand yang luar biasa. Kalau bukan kita yang dukung, siapa lagi,” kata Deddy mengungkap alasan tertarik investasi di Erigo.
Berapa besar nilai investasi Deddy pada Erigo? “Apakah (investasi) sampai Rp100 miliar, ya yang jelas di atas Rp10 miliar nilainya,” kata Deddy.
Menurut Sadad, Deddy adalah investor pertama di Erigo. “Dana itu rencananya akan digunakan untuk membangun 500 toko hingga 5 tahun ke depan,” ungkap Sadad.
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

