IRRA dan Oneject Berkontribusi Aktif dalam Program BIAS
JAKARTA, investor.id – PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) dan PT Oneject Indonesia (Oneject) melakukan pendampingan terhadap tenaga kesehatan (nakes) dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Penjaringan dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Negeri Penjaringan 01, yang diikuti oleh 68 siswa.
Program pemerintah tersebut bertujuan memberi perlindungan kepada para peserta didik dari ancaman penyakit campak, difteri, tetanus dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah melalu imunisasi. Dalam kegiatan ini IRRA dan Oneject turut terlibat aktif sebagai distributor dan produsen alat suntik auto disable syringe (ADS) dan safety needle.
“Kami gembira sekali dilibatkan dalam program BIAS di SDN Penjaringan 01. Program ini merupakan kontribusi nyata kami untuk melindungi masa depan kesehatan anak didik di Indonesia. Dengan produk-produk alat suntik pintar (smart syringe) yang merupakan gabungan dari safety needle dan auto disable syringe produksi Oneject – sister company – maka kami ingin memberikan perasaan aman dan nyaman baik bagi siswa yang diimunisasi, maupun orang tua dan guru yang mendampingi mereka, juga para nakes yang menjalankan tugas imunisasi,” ujar Direktur Utama PT Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif dalam siaran pers, Selasa (27/9).
Program BIAS adalah kegiatan imunisasi lanjut bagi anak sekolah dasar yang bertujuan melindungi anak Indonesia dari berbagai macam penyakit. Pemerintah menyelenggarakan program BIAS karena imunisasi untuk anak waktu bayi dianggap belum cukup memberi perlindungan terhadap penyakit PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi) bagi usia anak sekolah. Hal ini didasarkan adanya penurunan terhadap kekebalan yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi.
Program BIAS diselenggarakan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1059/Menkes/SK/IX/2004 dan mengacu pada imbauan UNICEF, WHO dan UNFPA tahun 1999 untuk mencapai target Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (MNTE) pada tahun 2005 di negara berkembang (insiden dibawah 1 per 1.000 kelahiran hidup dalam satu tahun).
Menurut dr. Sasa Nabila dari Puskesmas Penjaringan, program BIAS di SDN Penjaringan 01 diikuti 68 siswa didik dari kelas 1, kelas 2, kelas 5 dan kelas 6. Selain imunisasi campak, difteri dan tetanus, kegiatan BIAS hari ini juga memberikan tambahan vaksinasi HPV untuk pencegahan penyakit kanker serviks bagi siswi kelas 5 dan 6.
“Sebagai kelanjutan imunisasi dasar, program BIAS dimaksudkan untuk memberi perlindungan maksimal kepada para siswa dari berbagai penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi. Kami tentu sangat mendukung kalau ada pihak swasta seperti IRRA dan Oneject yang berperan aktif dalam program BIAS,” tuturnya.
Keamanan Jarum Suntik
Banyak penelitian menunjukkan penggunaan jarum suntik yang tidak aman dapat memberikan risiko sangat tinggi, baik bagi pasien maupun bagi para pekerja medis. Dikutip dari Alomedia, bahwa setiap tahun banyak petugas kesehatan yang terpapar needle stick injury atau luka akibat tertusuk jarum. Padahal luka akibat tusukan jarum dalam setting medis berisiko memaparkan berbagai patogen, seperti HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C ke para petugas kesehatan.
Namun diungkapkan oleh Heru, teknologi Oneject smart syringe yang merupakan perpaduan antara Oneject ADS dan Oneject safety needle mampu memberikan keamanan maksimal bagi para pasien dan tenaga medis. Hal ini karena usai melakukan proses penyuntikan, piston akan terkunci dan rusak secara otomatis, sehingga suntikan itu tidak dapat digunakan lagi dan alat suntik akan terlindungi. Berdasarkan teknologi tersebut, ADS pun memperoleh sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).
Sebagai informasi, sejak 2020 WHO mulai mencanangkan penggunaan alat suntik yang aman di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri penggunaan jarum suntik ADS dan safety needle di kalangan medis masih dalam kisaran di bawah 20%, sementara sisanya berupa produk jarum suntik non-ADS.
Heru juga menegaskan, sebagai distributor dan produsen alat suntik sekali pakai ADS dan safety needle yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60%, IRRA dan Oneject berkomitmen selalu mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk memberi perlindungan kesehatan kepada masyarakat Indonesia.
Menanggapi keterlibatan IRRA dan Oneject, Kepala Sekolah SDN Penjaringan 01 Suprihatin mengucapkan terimakasih karena sekolahnya kembali dijadikan lokasi dan sosialisasi imunisasi. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi yang dilakukan dengan baik membuat siswa didiknya bisa mengikuti program BIAS dengan nyaman dan aman tanpa rasa takut berlebihan.
Suprihatin juga memberi apresiasi kepada pihak swasta seperti IRRA dan Oneject yang telah berperan aktif dalam mendukung program pemerintah demi kesehatan anak-anak didik. Terlebih alat suntik produksi Oneject yang dipakai dalam program BIAS kali ini memiliki tingkat keamanan yang lebih baik bagi pasien, maupun dokter yang menangani, berkat teknologi Oneject smart syringe.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

