Kamis, 14 Mei 2026

Kemenkes Laporkan 4 Kasus Covid Subvarian Omicron XBB

Penulis : Hendro Situmorang
26 Okt 2022 | 16:30 WIB
BAGIKAN
Pasien sembuh Covid-19 dijemput keluarga  meninggalkan karantina di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) di serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (8/2/2022).  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pasien sembuh Covid-19 dijemput keluarga meninggalkan karantina di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) di serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (8/2/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sudah ada empat kasus Covid-19 subvarian Omicron XBB yang ditemukan di Indonesia. Kasus pertama ditemukan September lalu di Surabaya. Kini ada tiga kasus baru di DKI Jakarta.

Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengatakan hingga Selasa 25 Oktober kemarin, tercatat ada penambahan tiga kasus XBB di Tanah Air. Kini totalnya menjadi empat kasus.

"Ketiganya merupakan transmisi yang berasal dari DKI Jakarta. Sebelumnya ada satu dari Surabaya, Jawa Timur yang juga transmisi lokal," katanya saat konferensi pers virtual, Rabu (26/10/2022).

ADVERTISEMENT

Untuk gejala yang dirasakan keempat pasien tersebut termasuk ringan, yaitu batuk, pilek dan demam. Menurutnya semua pasien sudah sembuh melalui isolasi mandiri. Tidak ada yang dirawat di rumah sakit.

Ia mengatakan para pasien keseluruhannya berjenis kelamin perempuan dengan sebaran usia, yakni 32 tahun, 29 tahun, 34 tahun dan 52 tahun. Gejala yang dilaporkan para pasien subvarian Omicron XBB cenderung ringan yakni batuk dan pilek.

dr Syahril mengungkapkan bahwa penyebab gejala Covid-19 varian XBB relatif ringan karena dilatarbelakangi dua hal. Salah satunya merupakan karakteristik subvarian Omicron itu sendiri.

"Jadi Covid-19 memang selalu terjadi mutasi. Walaupun penyebaran subvarian XBB lebih cepat seperti halnya subvarian Omicron yang lalu BA.4 dan BA.5, namun tingkat keparahan atau kematiannya rendah, sehingga orang tidak sampai masuk rumah sakit. Cukup dengan isolasi mandiri dan angka kematian juga tidak tinggi," ungkap dr Syahril.

Saat ini, lanjut dia, tidak ada perubahan signifikan dalam gejala yang dikeluhkan pasien Covid-19 Omicron XBB.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 53 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia