Jumat, 15 Mei 2026

Ini Perincian Biaya dan Pemasukan Piala Dunia 2022

Penulis : Jaja Suteja
18 Nov 2022 | 18:20 WIB
BAGIKAN
Orang-orang berkumpul di depan jam hitung mundur Piala Dunia di Doha, pada 17 November 2022, menjelang turnamen sepak bola Piala Dunia Qatar 2022. (Foto: Philip FONG/AFP)
Orang-orang berkumpul di depan jam hitung mundur Piala Dunia di Doha, pada 17 November 2022, menjelang turnamen sepak bola Piala Dunia Qatar 2022. (Foto: Philip FONG/AFP)

Doha, Investor.id – AdaTbanyak hal menarik seputar hajatan akbar Piala Dunia sepakbola. Hal paling ditunggu adalah negara mana yang bakal menjadi juara dunia dan siapa pemain yang menjadi bintang. Hal lain yang tak kalah menarik adalah berapa biaya dan berapa pemasukan dari pesta akbar empat tahunan ini. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) memperkirakan akan memperoleh pemasukan bersih Rp 46 triliun.

Estimasi pemasukan bersih tersebut diperileh dari biaya yang penyelenggaraan dikurani pemasukan keseluruhan.

Perlu diketahui, ada dua komponen biaya. Pertama, biaya untuk mempersiapkan stadion dan berbagai sarana pendukung yang menjadi tanggung jawab negara tuan rumah, dalam hal ini Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Dikabarkan, Qatar menggelontorkan hingga Rp 3.400 triliun untuk mempersiapkan segara sesuatunya selama 12 tahun, terhitung sejak ditetapkan sebagai tuan rumah pada 2010 lalu.

Gelar Piala Dunia 2022, Qatar Gelontorkan Rp 3.400 Triliun

ADVERTISEMENT

Kedua, komponen biaya penyelenggaraan yang menjadi tanggung jawab FIFA. Khusus untuk biaya penyelenggaraan, dihimpun dari berbagai sumber, FIFA harus menyiapkan sekitar Rp 26,3 triliun.

Biaya sebesar itu antara lain digunakan untuk hadiah juara dan match fee (uang yang diberikan kepada semua tim yang bertanding), yang totalnya mencapai Rp 6,8 triliun. Untuk tim yang juara, FIFA mengalokasikan hadiah Rp 650 miliar.

Ini Perincian Biaya dan Pemasukan Piala Dunia 2022
Pemandangan cakrawala kota terlihat dari promenade Corniche di Doha, Qatar pada 17 November 2022 menjelang turnamen sepak bola Piala Dunia. (Foto: Philip FONG / AFP)

Sedangkan tim yang tidak lolos fase grup masing-masing berhak atas match fee sebesar Rp 132,9 miliar. Perlu diketahui, setiap grup terdiri dari 4 tim, sehingga selama fase grup tiap tim akan menjalani tiga laga. Dengan demikian, match fee yang diterima Rp 43,3 miliar per laga.

Selain itu, FIFA juga mengeluarkan dana operasional yang antara lain untuk menyiarkan seluruh pertandingan sebesar Rp 3,82 triliun, biaya operasional 32 tim sebesar Rp 5,04 triliun, dan Rp 3,2 triliun untuk kepanitian.

Tiket Piala Dunia di Qatar Termahal

Alhasil, total biaya operasional yang menjadi tanggungan FIFA mencapai Rp 26,3 triliun.

Lantas, dari mana FIFA menutup biaya sebanyak itu.

Skenarionya, FIFA memperoleh pemasukan dari penjualan hak siar televisi, tiket, dan sponsor yang jumlah kotornya mencapai Rp 72,7 triliun.

Dari jumlah itu, FIFA berharap memperoleh pemasukan bersih sebesar Rp 46 triliun lebih. Dari jumlah itu, 10%-nya dialokasikan untuk membiayai sekitar 200 asosiasi sepakbola di seluruh dunia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia