Kamis, 14 Mei 2026

BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Anak

Penulis : Whisnu Bagus Prasetyo
27 Des 2022 | 15:56 WIB
BAGIKAN
Vaksinasi Covid-19 pada anak.
Vaksinasi Covid-19 pada anak.

Jakarta, Investor.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat Vaksin Comirnaty produksi Pfizer-BioNTech. Vaksin tersebut disuntikkan bagi anak usia 6-11 tahun guna mendukung pemenuhan kebutuhan vaksin Covid-19.

Dengan dukungan Tim Ahli Komite Nasional Penilai Vaksin Covid-19 dan Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI), BPOM memberikan izin penggunaan darurat Vaksin Comirnaty Children untuk rentang usia 5 sampai 11 tahun pada 29 November 2022. Selain itu juga dikeluarkan izin penggunaan darurat Vaksin Comirnaty Children untuk anak usia 6 bulan sampai 4 tahun pada 11 Desember 2022.

“Vaksin Comirnaty Children ini memiliki formulasi dan kekuatan berbeda dengan Vaksin Comirnaty untuk remaja dan dewasa, sehingga Vaksin Comirnaty Children tidak dapat digunakan pada individu berusia 12 tahun ke atas,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito sebagaimana dikutip dalam siaran pers BPOM di Jakarta, Selasa (27/12/2022).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, dosis Vaksin Comirnaty Children bagi anak 6 bulan sampai 4 tahun untuk vaksinasi primer adalah 3 mcg/0,2 mL yang diberikan dalam tiga dosis pemberian. Perinciannya dua dosis pertama diberikan dalam rentang waktu 3 pekan dan dosis ketiga diberikan setidaknya 8 pekan setelah dosis kedua.

Sedangkan dosis Vaksin Comirnaty Children bagi anak 5 tahun sampai 11 tahun untuk vaksinasi primer, menurut dia, sebanyak 10 mcg/0,2 mL dan diberikan dalam dua dosis dengan rentang waktu 3 pekan antara dosis pertama dan kedua.

Penny menjelaskan, penerbitan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 untuk anak didahului dengan evaluasi aspek keamanan, khasiat, dan mutu produk vaksin.

Menurut dia, hasil uji efikasi penggunaan Vaksin Comirnaty Children dalam vaksinasi primer pada anak usia 6 bulan hingga kurang 5 tahun serta anak usia 5 tahun sampai kurang 12 tahun sebanding dengan efikasi penggunaan vaksin pada kelompok usia 16 sampai 25 tahun yang sudah memiliki data efikasi vaksin secara klinis.

Berdasarkan hasil studi, kata Penny, Vaksin Comirnaty Children untuk anak usia 6 bulan hingga 4 tahun dan Vaksin Comirnaty Children untuk anak usia 5-11 tahun juga memiliki profil keamanan yang dapat ditoleransi.

Efek samping penggunaan produk vaksin tersebut pada anak kelompok usia 6 bulan hingga kurang dari 5 tahun, menurut dia, secara umum dilaporkan ringan hingga sedang.

Kejadian pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening ditemukan pada 0,2% dari subjek usia 6 bulan hingga kurang dari 2 tahun dan 0,1% dari subjek usia 2 tahun hingga kurang dari 5 tahun.

Penny mengatakan, hasil pengamatan kejadian efek samping pada anak usia 5 tahun sampai kurang dari 12 tahun yang menjadi perhatian khusus yakni laporan mengenai adanya reaksi angioedema atau pembengkakan disertai kemerahan pada 1,2 persen subjek kelompok vaksin dan 0,8 persen subjek kelompok plasebo.

Selain itu, dilaporkan 13 kasus pembengkakan pada 0,9% subjek pada kelompok vaksin dan satu kasus pada kelompok plasebo.

Profil keamanan tersebut dinyatakan serupa dengan laporan AESI pada kelompok usia di atas 12 tahun.

BPOM telah menerbitkan izin penggunaan darurat Vaksin Comirnaty untuk vaksinasi primer pada anak usia 12 tahun atau lebih pada 14 Juli 2021.

Selanjutnya, BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat Vaksin Comirnaty untuk penambahan posologi dosis booster bagi orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih pada 2 Januari 2022 (booster homolog) dan 11 Januari 2022 (booster heterolog).

Pada 2 Agustus 2022, BPOM menyetujui penambahan posologi dosis booster pada orang dalam kelompok usia 16 sampai 18 tahun sebagai perluasan izin penggunaan darurat Vaksin Comirnaty.

Penerbitan izin penggunaan darurat Vaksin Comirnaty Children untuk rentang usia 6 bulan sampai 4 tahun dan 5-11 tahun diharapkan dapat menambah pilihan produk vaksin Covid-19 untuk vaksinasi primer pada anak usia kurang dari 12 tahun selain vaksin Coronavac buatan Sinovac. "Vaksin ini membantu pemenuhan terhadap kebutuhan vaksin COVID-19 serta keterbatasan jenis vaksin yang dapat digunakan untuk populasi anak saat ini," kata Penny.

BPOM mengimbau warga tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 serta bijak dan berhati-hati dalam menggunakan obat-obatan yang digunakan dalam penanganan penyakit tersebut.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 41 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 50 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia