Produksi 6 Ton per Hari, Perajin Kue Keranjang Banjir Pesanan Jelang Imlek
TANGRANG, investor.id – Perayaan tahun baru Imlek sebentar lagi tiba, berbagia panganan khas Imlek pun mulai dibuat, tentu saja termasuk kue keranjang dan dodol.
Uniknya, pembuatan dodol Imlek, masih mempertahankan cara tradisional. Mulai dari menumbuk tepung beras ketan, sampai dimasak menggunakan kayu bakar.
Seperti yang dilakukan di lakukan oleh perajin dodol dan kue keranjang, Nyonya Law yang terletak di RT 001/RW 002 Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten.
"Kue keranjang sama dodol. Kalo dodol mah banyak. Ada original, lapis, wijen, duren. Ori sama lapis wijen sama duren," sebut Iin, anak dari pemilik dodol Nyonya Law saat ditemui BTV, Sabtu (14/1/2023).
Menurut Iin, pembeli kue dodol dan keranjang buatannya itu bukan hanya warga Tangerang. Tapi sampai luar kota, seperti: Jakarta, Depok, Bogor, dan Bandung.
"(Penjualan) kue keranjang nomor satu buat Imlek. Kebanyakan dari Jakarta, Bogor juga sampai Bandung juga," katanya.
Iin menjelaskan tidak seperti dua tahun sebelumnya kala masih pandemi Covid-19. Saat ini produksi kue yang memiliki rasa manis itu mengalami peningkatan hingga 30%.
Produksi bisa mencapai 6 ton tiap hari. Termasuk untuk varian dodol. Bahkan khusus untuk memesan kue keranjang, konsumen sudah memesannya sejak dua bulan lalu.
"Harganya (kue keranjang) bervariasi mulai dari Rp 55.000 - 150.000. Kalau dodol Rp 18.000 - 22.00," kata Iin.
Sementara konsumen Triyani mengaku sudah langganan membeli dodol buatan Nyonya Law. Apalagi kue tersebut sudah menjadi khas pada saat perayaan Imlek.
"Tradisi sih yaa, tradisi imlek itu dodol sama kue keranjang gitu loh khas benteng begitu sih. Saya sih lebih sering belinya di hari imlek kalo hari biasa jarang karena momennya di imlek karena di daerah juga tau kalo imlek kue keranjang sama dodol," ucapnya.
"Saya tadi beli cuman 5 kilo. dodol original sama duren. biasanya sodara bikin cuman udh gak bikin lagi jadi saya beli disini. Enak ya empuk karena saya cari yang empuk baru mateng kalo udh lama kam keras," jalas Triyani.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

