Berkat Beasiswa, Jumlah Pelajar Indonesia ke Taiwan Bertambah
JAKARTA, investor.id - Jumlah pelajar Indonesia yang menimba ilmu di Taiwan bertambah, berkat soft power initiative Pemerintah Taiwan dalam bentuk beasiswa untuk pelajar internasional. Taipei Economic and Trade Office (TETO) mencatat, jumlah pelajar Indonesia yang studi di Taiwan dalam kurun 2018-2022 naik signifikan.
“Dari statistik, sejak 2018-2022 berkat kebijakan soft policy di Taiwan, jumlah pelajar internasional dari Indonesia meningkat 28%,” ujar Direktur Taipei Economic and Trade Office Indonesia Grace Ou di Pantai Indah Kapuk, Jumat (4/8/2023).
Menduduki peringkat kedua terbanyak, jumlah pelajar Indonesia di Taiwan mencapai 16.639 orang pada 2022, naik dari 11.840 pada 2018. Grace menyebut, beberapa tahun terakhir peningkatan signifikan terjadi selama pandemi.
“Ini menunjukkan Pemerintah Taiwan sangat memperhatikan siswa Indonesia untuk menimbang ilmu ke Taiwan,” ungkapnya.
Guna membantu pelajar Indonesia mendapat informasi lengkap terkait peluang sekolah di Taiwan, TETO menjadi penasihat Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) untuk menyelenggarakan Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2023.
Pameran pendidikan tersebut akan diselenggarakan mulai 12 Agustus di Jakarta, kemudian 13-14 Agustus di Pekanbaru, dan 16-17 Agustus di Medan. Ini akan menjadi tahun keenam penyelenggaraan THEFI yang dimulai pada 2016.
“Kami mendapat dukungan resmi dari Pemerintah Indonesia maupun Taiwan, di antaranya Kemendikbud RI, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, serta Ministry of Education Taiwan dan Taiwan Economic and Trade Office di Jakarta,” terang Ketua Umum ICATI Ijoh Dulon.
Sebanyak 46 perguruan tinggi Taiwan dan University Entrance Committee for Overseas Chinese Students (UECOCS) dengan jumlah delegasi 108 orang akan berpartisipasi pada THEFI 2023. UECOCS meliputi rektor, wakil rektor, direktur, dan staf departemen hubungan internasional universitas-universitas di Taiwan.
Selain memperkenalkan perguruan tinggi masing-masing, mereka juga akan mengeksplorasi kesempatan kerja sama dengan perguruan tinggi, serta sekolah menengah umum maupun kejuruan Indonesia.
Ijoh menilai, banyak perguruan tinggi Taiwan punya reputasi tinggi yang diakui secara internasional, misalnya pada bidang akademik sains dan teknologi, kedokteran, teknik, hingga pertanian.
Meski biaya kuliah dan hidup di Taiwan diklaim relatif lebih rendah daripada di banyak negara lain, Taiwan menawarkan berbagai macam beasiswa dan kesempatan magang kepada pelajar asing. Guru sekolah Indonesia juga dapat memanfaatkan peluang beasiswa yang ditawarkan oleh perguruan tinggi Taiwan untuk pengembangan diri dengan mengambil program master dan doctoral di Taiwan.
“Maka 2023 THEFI adalah momen yang sangat berharga untuk mengenal lebih jauh akan perguruan tinggi di Taiwan. ICATI percaya bahwa pameran pendidikan tinggi Taiwan tahun ini akan membawa manfaat besar bagi perguruan tinggi, sekolah, dan pelajar Indonesia,” ujar Ijoh.
Sebagai perkumpulan alumni Taiwan yang bersifat nirlaba, ICATI menyelenggarakan THEFI untuk umum dan gratis. Sebab, perkumpulan ini memiliki dedikasi pada pendidikan nasional, khususnya meningkatkan hubungan pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Taiwan.
“ICATI juga menyiapkan stan khusus untuk memberikan pelayanan cuma-cuma tentang informasi dan konsultasi belajar, bekerja, dan tinggal di Taiwan,” ujar Ketua ICATI Jakarta Simon Hu.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

