Gara-gara Polusi Udara, Jutaan Nyawa Melayang di Indonesia
JAKARTA, Investor.id – Ketua Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Prof DR Dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menyebutkan bahwa sebanyak 7 juta orang meninggal prematur atau usia dini setiap tahun akibat terpapar polusi udara di Indonesia.
Meski memakan banyak korban, masyarakat masih kerap mengabaikan masalah yang ditimbulkan polusi. "Kalau kita lihat data WHO, sebanyak 7 juta orang meninggal prematur akibat polusi udara. Sebanyak 21% derpapar infeksi paru pneumonia, 20% terkena stroke, 34% terkena jantung, 16% karena penyakit paru kronik, dan 7% akibat kanker paru,” media briefing PB IDI bertajuk Potensi Penyakit Akibat Polusi Udara yang di gelar secara daring via zoom, pada Selasa (8/8/2023).
Data WHO tersebut menjabarkan bahwa dari total 7 juta orang meninggal di usia dini akibat polusi udara akibat sejumlah penyakit, seperti infeksi paru pneumonia, stroke, jantung, paru kronik, sampai dengan kanker paru-paru.
Lebih lanjut, dr Agus memaparkan, data dari IHME, Global Burden of Djsease (2019), polusi udara menduduki peringkat kelima penyebab kematian di Indonesia.
"Kalau di Indonesia, faktor risiko kematian di Indonesia nomor 1 itu tekanan darah tinggi nomor 2 gula darah tinggi, nomor tiga itu merokok, nomor 4 ini obesitas, dan yang menarik nomor 5 udara maupun outdoor. Kalau outdoor sendiri nomor 6, tapi kalau gabungan outdoor dan indoor masuk lima besar penyebab kematian di Indonesia," paparnya.
Saat ini, masalah polusi udara memang menjadi perhatian bersama. Khususnya di kota kota besar seperti Jakarta yang disebut-sebut sebagai kota dengan udara terkotor di dunia. Berdasarkan informasi dari platform IQAir, indeks polusi di Jakarta mencapai 193 per Senin (7/8/2023).
Adapun angka polusi udara di Jakarta ini telah mencapai puluhan kali lipat dari standar aman yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



