Jumat, 15 Mei 2026

Polusi Udara Sejumlah Kota Mengkhawatirkan, Ibu-ibu Perlu Mengetahui Dampak Berikut Ini

Penulis : Cindy Layan
8 Aug 2023 | 15:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin

JAKARTA, Investor.id – Polusi udara di Jakarta dan sejumlah kota besar lain di Indonesia menjadi perhatian sejumlah warga. Bahkan, sejumlah warga mengeluhkan polusi udara yang kian mengkhawatirkan melalui media sosial.

Ketua Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Prof DR Dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengatakan, selain masalah pernapasan, polusi udara ini berdampak pada kesehatan lainnya. Berdasarkan berbagai penelitian, polusi udara ternyata juga mengintai para anak. 

Hal ini disampaikan dr Agus Dwi Susanto dalam media briefing PB IDI bertajuk Potensi Penyakit Akibat Polusi Udara yang di gelar secara daring via zoom, pada Selasa (8/8/2023).

ADVERTISEMENT

"Berbagai riset menunjukkan peningkatan polutan ini berkaitan dengan tingkat intelegensi dan intelektual yang lebih rendah pada anak-anak usia di bawah 2 tahun prasekolah maupun usia sekolah," ucapnya.

Secara keilmuan disebutkan bahwa polusi udara ini masuk melalui jalur olfaktorius atau jalur lainnya yang menembus hingga ke otak. Hal ini menyebabkan peradangan hingga terjadinya kelainan neurologis yang berdampak pada kognitif anak-anak dalam proses pertumbuhan. 

"Diperkirakan sebaiknya anak di dunia terdampak polusi udara yang berat yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan termasuk gangguan kognitif," katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, paparan polusi udara bahkan sudah berdampak dari awal masa kandungan.  Dirinya kembali merangkum dari beberapa studi lain dan menemukan bahwa dampak lain polusi udara terhadap perkembangan fungsi anak-anak ini juga berpengaruh pada proses persepsi dan sensori informasi yang lebih lambat. Selain itu, polusi udara juga berdampak pada fungsi memori, atensi dan koordinasi motorik yang lebih rendah. 

Hal ini juga menyebabkan regulasi diri dan emosi menjadi lebih rendah dan meningkatkan kemungkinan diagnosis kondisi psikiatri seperti ADHD dan lainnya lebih tinggi pada anak.

Adapun secara umum, dr Agus menyebut berdasarkan data dari IHME, Global Burden of Djsease tahun 2019, polusi udara menduduki peringkat ke lima penyebab kematian di Indonesia.

"Di Indonesia ini kita bisa lihat bahwa faktor risiko kematian di Indonesia nomor 1 itu tekanan darah tinggi nomor 2 gula darah tinggi, nomor tiga itu merokok, nomor 4 ini obesitas dan yang menarik nomor 5 udara maupun outdoor Nah kalau order sendiri nomor 6 tapi kalau gabungan outdoor dan indoor dia masuk lima besar penyebab kematian di Indonesia jadi bukan satu hal yang bisa kita remehkan seharusnya dan ini hampir di kota-kota besar Indonesia semuanya terjadi polusi masuk kategori tidak sehat," paparnya.

Saat ini, masalah polusi udara memang menjadi perhatian bersama. Khususnya di kota kota besar seperti Jakarta yang disebut-sebut sebagai kota dengan udara terkotor di dunia. Berdasarkan informasi dari platform IQAir, indeks polusi di Jakarta mencapai 193 per Senin (7/8/2023). Angka ini telah mencapai puluhan kali lipat dari standar aman yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia