Jumat, 15 Mei 2026

Siloam Lakukan Implan Pertama Teknologi Terbaru Atasi Parkinson

Penulis : Mardiana Makmun
21 Aug 2024 | 08:23 WIB
BAGIKAN
Dokter ahli bedah saraf Siloam Hospitals Kebon Jeruk tengah melakukan bedah impan Percep PC untuk mengatasi parkinson
Dokter ahli bedah saraf Siloam Hospitals Kebon Jeruk tengah melakukan bedah impan Percep PC untuk mengatasi parkinson

JAKARTA, investor.id - Siloam Hospital Kebon Jeruk Siloam melakukan implan pertama Percept PC untuk mengatasi parkinson. Ini adalah teknologi terbaru dari Deep Brain Stimulation (DBS) Therapy.

“Sebagai salah satu pusat Gangguan Gerakan (Movement Disorder) terbesar di Indonesia, dengan bangga mengumumkan perayaan 10 tahun pelaksanaan Deep Brain Stimulation (DBS) Therapy untuk penyakit Parkinson di Indonesia. Sebagai momentum bersejarah, Siloam Hospital Kebon Jeruk akan melaksanakan implantasi pertama Percept PC di Indonesia, sebuah teknologi mutakhir dari Medtronic,” kata Kepala Departemen Saraf divisi Parkinson dan gangguan gerak di Siloam Hospital Kebon Jeruk, dr Frandy Susatia, SpS, RVT, RPNI, COMSK.

Dr Frandy mengatakan sangat senang merayakan pencapaian penting ini. “Selama satu dekade terakhir, kemitraan kami dengan Medtronic telah memungkinkan kami untuk menawarkan perawatan canggih kepada pasien Parkinson kami, yang secara signifikan meningkatkan kualitas hidup mereka," lanjut dr Frandy.

Sebagai informasi, selama satu dekade terakhir, Siloam Hospital Kebon Jeruk bekerja sama dengan Medtronic untuk memberikan layanan pengobatan terbaik bagi lebih dari 60 implant yang sudah terpasang ke tubuh pasien.

ADVERTISEMENT

Penyakit Progresif

Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif yang progresif dan mempengaruhi sistem motorik tubuh. Gejala utama yang sering muncul meliputi tremor atau gemetaran, kekakuan otot, bradikinesia atau lambatnya gerakan, serta gangguan postur dan keseimbangan.

Penyakit ini disebabkan oleh kematian sel-sel saraf di substantia nigra, bagian otak yang memproduksi dopamin, neurotransmitter penting yang mengatur gerakan. “Kurangnya dopamin menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dan otot, mengakibatkan kesulitan dalam mengontrol gerakan,” jelas dr Frandy.

Parkinson umumnya dialami oleh orang berusia di atas 60 tahun, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia lebih muda. Hingga saat ini, penyebab pasti dari kematian sel-sel saraf ini belum sepenuhnya diketahui, namun kombinasi faktor genetik dan lingkungan diduga berperan dalam perkembangan penyakit ini.

Mengenal Percept PC dan Teknologi BrainSense

Percept PC adalah perangkat DBS terbaru dari Medtronic yang dilengkapi dengan teknologi BrainSense. Teknologi ini memungkinkan perangkat untuk mendeteksi dan memantau aktivitas otak secara real-time. Dengan kemampuan ini, perangkat dapat memberikan stimulasi yang lebih akurat dan efektif, sesuai dengan kebutuhan individual setiap pasien.

BrainSense Technology bekerja dengan cara mendeteksi sinyal listrik otak yang terkait dengan gejala Parkinson. Data ini kemudian dianalisis untuk menyesuaikan dan mengoptimalkan pola stimulasi, sehingga hasil terapi menjadi lebih tepat dan efisien. Dengan fitur ini, baik pasien maupun dokter dapat memantau respons otak terhadap stimulasi secara langsung, memungkinkan penyesuaian yang lebih cepat dan akurat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.

"Teknologi canggih ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pasien dengan memberikan stimulasi yang lebih akurat, tetapi juga membantu dokter dalam memberikan perawatan yang lebih personal," ungkap Dr dr Petra OP Wahjoepramono, SpBS, BMed Sci(Hons), FICS, FINSS.

Siloam Hospital Kebon Jeruk memiliki komitmen yang kuat untuk terus mengembangkan terapi DBS di Indonesia. Dengan misi utama untuk meningkatkan akses terhadap pengobatan yang tepat bagi pasien Parkinson di seluruh Indonesia, kolaborasi ini terus berupaya mengadopsi teknologi terbaru dari Medtronic. Peluncuran Percept PC di Indonesia adalah salah satu langkah nyata dalam mewujudkan komitmen ini.

“Melalui teknologi mutakhir seperti Percept PC, Medtronic dan Siloam Hospital Kebon Jeruk berharap dapat memberikan solusi pengobatan yang lebih baik dan inovatif, demi kesejahteraan pasien Parkinson di Indonesia. Dengan demikian, masa depan pengobatan Parkinson di Indonesia semakin cerah, memberikan harapan baru bagi pasien dan keluarganya,” tandas dr Frandy.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia