Konservasi Indonesia Ajak Masyarakat Lestarikan Hiu Paus
JAKARTA, investor.id - International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah memasukkan hiu paus ke dalam daftar merah sebagai spesies terancam punah sejak tahun 2016. Diperkirakan secara global populasi spesies ini menurun lebih dari 50% dalam 75 tahun terakhir.
Konservasi Indonesia (KI), sebagai organisasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, telah menjadikan hiu paus sebagai salah satu fokus spesies terancam yang memerlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat mencegahnya dari kepunahan.
Selain hiu paus, KI juga fokus pada enam kelompok atau spesies vokal laut seperti Pari Manta, Hiu Paus, Cetacean, Hiu Berjalan, Hiu Belimbing, dan Hiu Martil. Sebagai bentuk perayaan Hari Hiu Paus Dunia yang jatuh pada hari ini, KI meluaskan pelibatan komunitas dan masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dengan mengajak aktris sekaligus pegiat lingkungan Prilly Latuconsina sebagai Kawan Hiu Paus.
Senior Vice President & Executive Chair Konservasi Indonesia, Meizani Irmadhiany, mengatakan kepedulian dan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk saling menjaga dan memelihara lingkungan, ekosistem, dan keanekaragaman hayati. Mulai dari populasi spesies, biota, hingga habitat. Dampak besar yang bisa didapatkan melalui upaya pelestarian lingkunganpun nantinya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
KI memilih figur publik Prilly Latuconsina sebagai Kawan Hiu Paus untuk turut terlibat dalam beberapa kegiatan seperti edukasi tentang hiu paus, mempromosikan pariwisata berkelanjutan, dan beberapa aksi konservasi lainnya.
“Kami memilih Prilly sebagai Kawan Hiu Paus karena sosoknya yang peduli dan cinta kepada lingkungan. Dengan keterlibatan Prilly, kami berharap kesadaran publik untuk pelestarianspesies hiu paus ini dapat meluas, dan mendapat dukungan yang besar dari masyarakat,” ujar Meizani dalam konferensi pers di Jakarta hari ini (30/8/2024).
Meizani menambahkan, KI sebelumnya telah melakukan edukasi dan penyadartahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hiu paus, terutama mengenai cara berinteraksi yang bertanggung jawab.
“KI juga mendukung Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menyusun dan menetapkan dokumen serta regulasi untuk kegiatan wisata hiu paus. Kami ingin mempromosikan destinasi wisata hiu paus yang mematuhi standar konservasi dan dengan tidak menggangu habitat hiu paus itu sendiri,” jelas Meizani.
Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Iqbal Herwata menjelaskan upaya pelestarian hiu paus -yang telah dilakukan oleh Conservation International pada sembilan tahun lalu dan kemudian dilanjutkan oleh Konservasi Indonesia-salah satunya dilakukan dengan menggunakan teknologi telemetri satelit.
Pemasangan penanda satelit yang dilengkapi GPS dan beberapa sensor ini bertujuan untuk melacak pergerakan hiu paus. Cara ini, kata Iqbal, digunakan untuk mengidentifikasi habitat penting mereka dan memantau pergerakan hewan laut yang dilindungi ini.
“Dari pemasangan penanda satelit yang telah kami lakukan, kami mendapati bahwa perjalanan hiu paus memang terbilang sangat panjang. Hiu paus dapat bermigrasi jarak jauh, hingga lebih dari 15.000 km, dan menyelam hingga kedalaman 2ribu meter atau lebih. Tapi ada juga yang bertahun-tahun mendiami satu tempat saja. Penggunaan tagging ini juga bermanfaat untuk memberikan informasi kepada operator kapal wisata agar dapat menyesuaikan rute dan tidak mengganggu koridor perjalanan hiu paus,” ungkap Iqbal.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

