Baru Sehari, Hotline Korban P Diddy Terima 12.000 Keluhan
NEW YORK, investor.id – Baru sehari, hotline korban Sean Combs atau P Diddy telah menerima 12.000 keluhan. Nomor hotline ini dibuka oleh seorang pengacara yang berencana mengajukan tuntutan hukum terhadap P Diddy atas nama 120 korban dugaan pelecehan seksual, dalam skandal terbaru Hollywood.
Pihaknya mengklaim hotline yang dibuat untuk menangani kasus-kasus tambahan telah dibanjiri 12.000 panggilan dalam waktu sekitar 24 jam.
Tony Buzbee, pengacara yang berdomisili di Texas, Amerika Serikat (AS), mempublikasikan hotline tersebut awal minggu ini ketika ia mengungkapkan gelombang baru yang menuntut rapper yang kini dipermalukan itu. Salah satu korbannya adalah seorang anak berusia sembilan tahun saat itu. Para korban berencana akan menuntut maestro musik yang diterpa dugaan pelecehan dan eksploitasi seksual.
Sejak itu hotline tersebut meledak dengan panggilan dari orang-orang yang menyampaikan keluhan serupa terhadap Combs, kata Buzbee kepada Law&Crime dalam sebuah wawancara pada Rabu (2/10/2024).
“Dari konferensi pers yang kami adakan kemarin, kami telah menerima 12.000 panggilan dalam waktu sekitar 24 jam. Jadi, tugas berat kami adalah mencoba memilah-milah setiap panggilan ini dan memastikan kami mengidentifikasi mereka yang menjadi korban dan mereka yang menjadi saksi serta mengumpulkan bukti,” ungkap Buzbee, seperti dikutip New York Post, Sabtu (5/20/2024).
“Kami memiliki hampir 100 orang yang mengerjakan tugas ini,” imbuhnya.
Pengacara tersebut mengatakan timnya berusaha memastikan klaim yang dibuat oleh setiap korban dugaan tambahan, di samping 120 kasus yang telah mereka identifikasi, tidak dapat dibantah sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
“Sebanyak 120 kasus yang kami umumkan kemarin, itu adalah klaim yang dapat kami ajukan sekarang juga terhadap Sean Combs, tetapi kami berusaha memastikan ketika kami mengajukan kasus ... kami menyertakan setiap pihak yang berpotensi bertanggung jawab,” tutur Buzbee kepada media tersebut.
Pengungkapan hotline tersebut muncul setelah Buzbee mengatakan, pengaduan oleh 120 penuduh diduga terbagi rata berdasarkan jenis kelamin, mencakup tiga dekade, dan melibatkan 25 anak di bawah umur. Ini termasuk seorang anak yang baru berusia sembilan tahun saat itu.
Anak-anak yang diduga dilecehkan oleh rapper tersebut mencari karier di televisi atau musik dengan janji 'Aku akan menjadikanmu seorang bintang,' kata pengacara tersebut.
Buzbee mengklaim secara terbuka, dugaan penyerangan tersebut akan melibatkan banyak orang berkuasa dan mengungkap banyak rahasia kotor. Sebagian besar gugatan baru tersebut diharapkan akan diajukan di New York dan Los Angeles dalam bulan depan, ucap Buzbee.
Klaim tersebut merupakan yang terbaru dalam lonjakan tuduhan yang dilayangkan terhadap pendiri Bad Boy Records tersebut, setelah ia ditangkap atas tuduhan perdagangan seks di New York pada akhir September 2024.
Dakwaan federal yang dibuka bulan lalu merinci tuduhan yang meresahkan, berisi tuduhan P Diddy telah memanipulasi wanita dan memberi mereka obat-obatan untuk berpartisipasi dalam pesta Freak Offs. Ini adalah pesta ilegal yang penuh kekerasan, terkadang direkam tanpa keinginan mereka.
Saat ini P Diddy ditahan tanpa jaminan di tahanan federal di Brooklyn, New York, AS. Ia mengaku tidak bersalah atas tuduhan federal berupa konspirasi pemerasan, perdagangan seks, dan transportasi untuk terlibat dalam prostitusi.
Perwakilannya tidak segera menanggapi permintaan komentar pada Jumat (4/10/2024).
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

