Jumat, 15 Mei 2026

Pentingnya Deteksi Dini dan Perlindungan Penyakit Kritis 

Penulis : Euis Rita Hartati
25 Nov 2024 | 09:49 WIB
BAGIKAN
talkshow bertajuk Lebih Sehat, Lebih Cermat, Lebih Mandiri - Sadari Kanker Payudara Sejak Dini
talkshow bertajuk Lebih Sehat, Lebih Cermat, Lebih Mandiri - Sadari Kanker Payudara Sejak Dini

JAKARTA, investor.id — Masyarakat harus terus diedukasi mengenai pentingnya mendeteksi secara dini penyakit kritis seperti kanker payudara. Selain itu, diperlukan juga perlindungan atau proteksi agar biaya pengobatan tidak memberatkan di kemudian hari jika ditemukan penyakit kritis yang membutuhkan penanganan medis berkala.

Memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara, edukasi mengenai deteksi dini dan pencegahan kanker payudara menjadi penting karena berdasarkan data dari Globocan, kanker payudara menjadi kanker dengan jumlah pasien tertinggi di Indonesia pada tahun 2023 . Selain itu, menurut data World Health Organization (WHO), 1 dari 12 wanita akan mendapatkan diagnosa kanker payudara di negara-negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (HDI) yang tinggi .

Baca juga:

Kanker Stadium Awal, Harapan Hidup Tinggi dan Pengobatan Lebih MurahNamun, kanker payudara bukanlah penyakit yang tidak dapat dicegah. Bahkan menurut Center for Disease Control (CDC), 99% wanita pengidap kanker payudara yang terdeteksi dini memiliki peluang hidup yang lebih panjang dibandingkan yang terdeteksi pada stadium akhir .

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, dalam kegiatan edukasi kesehatan ini, AXA Mandiri mengimbau pelaksanaan deteksi dini kanker payudara melalui metode SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dan SADANIS (pemeriksaan payudara klinis).

Direktur AXA Mandiri Rudi Nugraha menyampaikan tingginya biaya pengobatan penyakit kritis tercermin dari jumlah klaim yang dibayarkan AXA Mandiri untuk penyakit tersebut. Dalam periode 2020-2023, perusahaan membayarkan lebih dari Rp 2,6 triliun untuk penyakit kritis termasuk di antaranya dibayarkan untuk perawatan kanker yang biayanya mencapai Rp 100 juta per bulan .


“AXA Mandiri secara rutin menggiatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman serta pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara. Kami juga percaya pentingnya proteksi dalam menghadapi risiko hidup khususnya apabila terkena penyakit kronis seperti kanker payudara. Sebagai wujud inklusi asuransi kepada masyarakat, AXA Mandiri menyediakan solusi perlindungan dengan beragam jenis asuransi sesuai dengan kebutuhan masyarakat termasuk asuransi penyakit kritis,” ungkap Direktur AXA Mandiri, Rudi Nugraha. Bekerja sama dengan Srikandi Indonesia, sebuah komunitas peduli kanker payudara,

PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) dan PT Mandiri Utama Finance (MUF) menggelar talkshow bertajuk Lebih Sehat, Lebih Cermat, Lebih Mandiri – Sadari Kanker Payudara Sejak Dini. Selain itu juga dilakukan berbagi tips pencegahan kanker payudara sekaligus menyampaikan literasi keuangan sebagai langkah dalam melindungi dari risiko finansial akibat tingginya biaya pengobatan penyakit kritis. Talkshow yang dilaksanakan secara daring ini dihadiri oleh karyawan MUF di seluruh Indonesia.

Acara yang diselenggarakan oleh AXA Mandiri dan MUF ini juga merupakan bentuk dari kolaborasi sesama perusahaan anak Bank Mandiri Group dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan gaya hidup sehat.


“Acara talkshow ini sangat bermanfaat untuk karyawan MUF khususnya karyawati dalam hal mengetahui risiko dan melakukan deteksi dini kanker payudara. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan kami untuk memahami cara-cara mengelola risiko-risiko yang berpotensi terjadi pada kehidupan mereka dengan memanfaatkan solusi keuangan yang tepat,” kata Elisabeth L. Sirait, Head of Corporate Secretary & Legal MUF.

Saat ini AXA Mandiri memiliki sederet solusi perlindungan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masyarakat. Di antaranya, Asuransi Mandiri Secure CritiCare (MSCC) sebagai solusi perlindungan dwiguna yang berlimpah manfaat. Asuransi MSCC menyediakan manfaat perlindungan penyakit kritis, yaitu kanker, stroke, dan gagal ginjal dari stadium awal hingga akhir, manfaat meninggal dunia hingga 250% uang pertanggungan (UP) hingga kenaikan UP meninggal dunia sebesar 3% setiap tahun tanpa penambahan premi sesuai dengan ketentuan polis.

Hadirnya produk ini merupakan wujud komitmen AXA Mandiri, untuk menyediakan solusi perlindungan kepada beragam segmen masyarakat, di setiap tahap kehidupan mereka yang selalu berubah. Hal ini juga menjadi bentuk respon AXA Mandiri terhadap kebutuhan proteksi yang selalu berkembang, guna mencapai kualitas hidup yang lebih baik, karena masa depan seharusnya tidak berisiko. Sebagai wujud komitmen Perusahaan kepada nasabah, AXA Mandiri telah membayarkan total klaim bruto sebesar Rp 10,11 triliun di tahun 2023 serta melindungi lebih dari 3,8 juta tertanggung di seluruh Indonesia.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia