Jumat, 15 Mei 2026

Virus HMPV Berakibat Infeksi Telinga dan Saluran Napas Atas

Penulis : Hendro Dahlan Situmorang
13 Jan 2025 | 14:39 WIB
BAGIKAN
Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari FKUI, dr Harim Priyono (Beritasatu.com / Hendro Situmorang)
Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari FKUI, dr Harim Priyono (Beritasatu.com / Hendro Situmorang)

JAKARTA, investor.id - Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari FKUI, dr Harim Priyono mengimbau orang tua tetap mewaspadai virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang menyerang anak-anak dan bisa berdampak pada infeksi telinga tengah atau otitis media. Infeksi ini ditandai dengan rasa sakit pada telinga, demam, dan kehilangan pendengaran sementara.

Harim mengatakan, saluran nafas manusia itu sebenarnya cukup panjang dan tidak hanya di wilayah tenggorokan dan paru-paru saja. Area THT masuk pada saluran napas dan terdapat rongga hidung, rongga sinus dan termasuk rongga telinga tengah yang posisinya ada di belakang gendang telinga. 

"Semua itu termasuk dalam saluran napas atas kita. Jadi sekali saja saluran napas terinfeksi virus, tempat-tempat (THT) itu juga mengalami infeksi," kata dokter Jakarta Ear and Hearing Center (JEHC) Mitra Keluarga Kelapa Gading, Senin (13/1/2025).

ADVERTISEMENT

Harim menjelaskan, virus ini tersebar melalui udara. Karenanya, langkah sederhana mencegah agar tidak terinfeksi, yakni dengan memakai masker dan menjaga jarak di tempat keramaian.

Selain itu, lakukan pola hidup sehat dengan menjaga imunitas tetap baik agar virus atau kuman lainnya tidak mudah masuk ke dalam tubuh setiap hari. 

Bila terdapat infeksi di telinga tengah, tanda paling awal adalah keluhan demam, termasuk infeksi saluran napas yang berakibat sesak pada pernapasan.

"Apabila di area THT timbul ingus atau cairan dari hidung, perlu diwaspadai karena berasal dari rongga telinga tengah. Hal ini bisa mengalami infeksi atau inflamasi dan tertutup cairan di belakang gendang telinga, yang kita sebut otitis media, bahkan bisa akut," terang konsultan Otologi FKUI tersebut.

Pada yang akut inilah, lanjut Harim, kemudian timbul rasa nyeri. Jadi apapun itu terkadang infeksi virus ini terjadi di fase awal penyakit. Tetapi nanti belakangan bakteri itu hanya menumpang masuk di tempat tersebut. 

Hal ini terjadi akibat infeksi virus di awal membuat daya tahan tubuh itu akan terganggu, sehingga kuman bisa ada di telinga tengah bukanlah tempat yang steril karena berhubungan dengan hidung.

Kumannya ikut berkembang biak dan menimbulkan penyakit yang sering disebut otitis media akut atau infeksi bakteri/virus pada telinga tengah yang biasanya disertai infeksi saluran pernapasan atas.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia