Jumat, 15 Mei 2026

Memutus Mata Rantai HMPV dengan Screening di Perbatasan

Penulis : Vinnilya Huanggrio
14 Jan 2025 | 23:00 WIB
BAGIKAN
Tangkapan layar diskusi B-Universe dengan Praktisi Kesehatan Masyarakat dr Ngabila Salama pada Selasa (14/1/2025). (Foto: B-Universe/ Vinnilya Huanggrio)
Tangkapan layar diskusi B-Universe dengan Praktisi Kesehatan Masyarakat dr Ngabila Salama pada Selasa (14/1/2025). (Foto: B-Universe/ Vinnilya Huanggrio)

JAKARTA, investor.id – Penyakit akibat human Metapneumovirus (HMPV) baru-baru ini merebak di China. Virus tersebut telah ditemukan di Indonesia dan melibatkan penyebaran pada anak-anak. Namun, memutus mata rantai virus HMPV dapat dilakukan pertama-tama dengan penyaringan (screening) di perbatasan negara.

Praktisi Kesehatan Masyarakat dr Ngabila Salama menyampaikan pembatasan pelaku perjalanan luar negeri memang belum dibutuhkan. Tetapi pemerintah perlu meningkatkan screening di pintu masuk negara atau di Balai Besar Karantinaan Kesehatan (BBKK).

“Yang ada di perbatasan negara di bandara atau jalur laut maupun jalur darat itu perlu diperkuat, seperti menggunakan alat thermal scanner dan juga screening gejala-gejala lainnya,” papar dr Ngabila Salama saat dihubungi B-Universe pada Minggu (12/1/2025).

ADVERTISEMENT

Terkait surveillance ILI-SARI, langkah ini dapat dilakukan oleh pemerintah lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Menurut dr Ngabila, Kemenkes perlu melanjutkan sentinal site atau tempat-tempat untuk melakukan surveillance secara berkala.

Ini terkait pengawasan penyebaran kasus ISPA, baik itu influenza-like illness (ILI) yang gejalanya lebih ringan, maupun severe acute respiratory infection (SARI). ILI-SARI ini dipantau di sejumlah puskesmas dan rumah sakit secara berkala yang dikirimkan sampelnya ke laboratorium yang ditunjuk oleh Kemenkes.

“Untuk dilihat trennya, apakah ada kenaikan pada varian-varian tertentu seperti misalnya H1N1 atau misalnya virus varian influenza atau parainfluenza, rhinovirus, dan lain sebagainya,” sebutnya.

Sementara itu, langkah surveillance yang dilakukan pemerintah untuk virus HMPV belum menunjukkan tren kenaikan kasus penyakit ini.

Hanya saja, kata dr Ngabila, masyarakat tetap patut waspada karena vaksinasi yang spesifik untuk HMPV belum ditemukan. Saat ini vaksinasi untuk kelompok virus yang sama, yaitu Respiratory Sensitive Virus (RSV), diberikan satu kali kepada masyarakat terutama kepada orang yang memiliki imunitas rendah.

“Namun saat ini peningkatan kasus baru terjadi di China dan belum terjadi di belahan dunia yang lain ataupun di negara lain, sehingga tiap negara memang perlu melaporkan secara aktif surveillance daripada ILI-SARI dan juga HMPV ini dari hasil pemeriksaan PCR ataupun panel virus,” jelas dr Ngabila.

Di samping itu, apabila ditemukan dengan gelaja seperti influenza, masyarakat diimbau untuk melakukan isolasi mandiri. Penyelidikan tracing epidemiologi untuk memutus mata rantai penularan sehingga tidak terjadi outbreak yang lebih banyak lagi seperti di China.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia