Kamis, 14 Mei 2026

Tak Seberbahaya Covid 19, BRIN Imbau Masyarakat Tak Panik Hadapi Virus HMPV

Penulis : Muhammad Farhan
16 Jan 2025 | 18:32 WIB
BAGIKAN
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN Dr Telly Purnamasari Agus
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN Dr Telly Purnamasari Agus

JAKARTA, investor.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) belum menemukan tingkatan kematian dari virus Human Metapneumovirus (HMPV), seperti halnya terjadi pada Covid-19. Karena itu, HMPV belum menunjukkan gejala semembahayakan Covid-19.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN Dr Telly Purnamasari Agus mengatakan, lantaran virus HMPV sejauh ini masih bergejala ringan, maka masyarakat tidak perlu panik. 

"HMPV ini penyebabnya memang berupa virus. Gejalanya memang sama dengan virus lainnya. Jadi masyarakat tidak perlu panik tetapi tetap waspada," kata Telly, Kamis (16/1/2025).

ADVERTISEMENT

Telly melanjutkan perlunya masyarakat waspada lantaran penyakit yang disebabkan oleh virus, dikhawatirkan justru pada penularannya. Sementara, pencegahan penularan virus, tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing warga, yang belum tentu sama.

"Jadi kalau daya tahan tubuh kita kuat, bisa saja tidak akan terkena HMPV, bahkan mungkin ada seseorang yang belum pernah kena Covid-19, malah justru tertular dengan HMPV," terang Telly.

Telly menegaskan, kendati penyakit akibat virus HMPV sampai saat ini masih menunjukkan gejala ringan, potensi HMPV ini juga bisa bergejala berat apabila tidak ditangani dengan cepat.

"Pada kondisi tertentu, disertai dengan infeksi sekunder bakteri, virus HMPV ini bisa mengakibatkan infeksi bronkitis, pneumonia, yang tentunya penanganan khusus," tutur Telly.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menegaskan human metapneumovirus (HMPV) bukanlah virus baru.

“HMPV ini berbeda dengan Covid-19 yang merupakan new emerging disease. Virus ini sebenarnya lebih masuk kategori reemerging disease karena sudah dikenal sejak tahun 2001,” ujar Hermawan, Senin (13/1/2025). 

Menurut Hermawan, meskipun HMPV pertama kali ditemukan di Tiongkok, publikasi awal terkait virus ini justru berasal dari Belanda.

Di Indonesia, kasus HMPV sebenarnya sudah ada, tetapi deteksi terhadap virus ini masih terbatas.

“Ketika kasus ini merebak kembali di China, sebenarnya di Indonesia juga sudah ada, hanya persoalan deteksi yang membutuhkan tes cepat molekuler atau genome sequencing,” tambahnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia