Kamis, 14 Mei 2026

Wanita Berisiko 31% Lebih Tinggi Terkena Long Covid Dibanding Pria

Penulis : Grace El Dora
25 Jan 2025 | 21:11 WIB
BAGIKAN
Wanita mungkin berisiko 31% lebih tinggi terkena long Covid dibandingkan pria, mengutip studi RECOVER yang diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA) Network Open. (Foto: Istimewa)
Wanita mungkin berisiko 31% lebih tinggi terkena long Covid dibandingkan pria, mengutip studi RECOVER yang diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA) Network Open. (Foto: Istimewa)

NEW DELHI, investor.id – Wanita mungkin berisiko 31% lebih tinggi terkena long Covid dibandingkan pria. Di antara wanita yang berusia 40-55 tahun kemungkinan risiko tersebut ditemukan lebih tinggi, menurut sebuah studi yang dikutip pada Sabtu (25/1/2025).

Long Covid diperkirakan memengaruhi sekitar sepertiga dari mereka yang pernah terinfeksi Covid-19, kata studi tersebut. Sebanyak 42% risiko pada wanita menopause dan 45% pada wanita non menopause, mengutip hasil uji coba 'RECOVER' yang diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA) Network Open.

Long Covid diperkirakan memengaruhi sekitar sepertiga dari mereka yang pernah terinfeksi Covid-19, dengan gejala seperti kelelahan dan kabut otak. Gejala ini bertahan lama setelah masa pemulihan akut. Kondisi tersebut, termasuk penyebab dan pengobatannya, terus dipelajari di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

Para peneliti yang dipimpin oleh mereka di Universitas Texas, AS mengikuti lebih dari 12.200 orang (73% wanita) yang melaporkan gejala mereka saat menanggapi kuesioner pada kunjungan studi pertama mereka setidaknya enam bulan setelah infeksi. Para peserta terdaftar antara Oktober 2021 dan Juli 2024.

Uji coba menunjukkan semua wanita, kecuali mereka yang berusia 18-39 tahun, memiliki risiko 31% lebih tinggi terkena Covid jangka panjang. Ini terlepas dari ras, etnis, varian Covid, dan tingkat keparahan infeksi virus.

Studi ini membantu mengidentifikasi faktor risiko Covid jangka panjang yang penting untuk mencegah dan mengobati penyakit yang sering melemahkan ini, menurut peneliti utama Thomas Patterson. Ia adalah profesor kedokteran dan kepala divisi penyakit menular di sekolah kedokteran, Universitas Texas.

Para peneliti menambahkan, proses biologis yang berkontribusi terhadap perbedaan spesifik jenis kelamin pada Covid jangka panjang perlu diidentifikasi yang dapat membantu mengembangkan obat yang ditargetkan dan meningkatkan pengelolaan kondisi tersebut.

"Temuan ini menunjukkan bahwa pasien dan tim perawatan kesehatan harus mempertimbangkan perbedaan risiko Covid jangka panjang yang berkaitan dengan jenis kelamin saat lahir," ucap penulis korespondensi Dimpy Shah selaku asisten profesor ilmu kesehatan populasi di Universitas Texas.

"Memahami perbedaan ini dapat membantu kita mengenali dan merawat pasien dengan Covid jangka panjang dengan lebih efektif," lanjut Shah.

Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan wanita memiliki kecenderungan untuk mengalami kondisi pasca virus dan autoimun, tidak jelas apakah hal yang sama berlaku untuk Covid jangka panjang, terutama dalam kelompok usia yang berbeda, kata para peneliti.

"Penelitian ini memberi kita pengetahuan baru dan didasarkan pada penelitian lain yang juga mengamati jenis kelamin saat lahir dan Covid jangka panjang," imbuhnya.

"Karena ukuran penelitian RECOVER dan keberagaman peserta, kami memiliki kesempatan khusus untuk mengamati jenis kelamin saat lahir sambil juga mempertimbangkan hal-hal seperti status vaksinasi, penyakit autoimun, diabetes, BMI, dan varian Covid," jelas penulis korespondensi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia