Teuku Riefky Siapkan Strategi Bidik 81 Juta Penonton dan Lawan Pembajakan Film
JAKARTA, investor.id – Pemerintah menargetkan jumlah penonton film di tanah air sepanjang tahun 2025 mencapai 81 juta orang. Sejumlah strategi bakal digunakan para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) pada subsektor film agar target tersebut tercapai termasuk melawan pembajakan film.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan, sejumlah langkah telah dan akan dilakukan agar potensi film Indonesia bisa menyentuh pasar perfilman dunia dan tidak hanya berkembang di negeri sendiri.
Teuku Riefky menuturkan, Kementerian Ekonomi Kreatif tidak akan membiarkan para pelaku ekonomi kreatif sektor perfilman berjuang sendiri. Menurut Politikus Partai Demokrat itu, pihaknya dengan stakeholder terkait tengah memperjuangkan terkait dengan melawan pembajakan.
Di antaranya, dia telah bertemu dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan pihak kepolisian untuk membahas terkait dengan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi pembajakan film di Tanah Air.
"Ada hal-hal yang mesti diperjuangkan. Minggu lalu kami duduk dengan BPI di bawahnya ada 65 asosiasi film, mereka juga sedang memperjuangkan untuk anti-piracy, pembajakan. Kami juga akan duduk dengan platform-platform, juga dengan kepolisian, untuk hal-hal seperti itu,” papar Menekraf Riefky Harsya, Minggu (26/1/2025).
Baca Juga:
Aktor Film Ip Man 3 Hampir Jadi Korban Perdagangan Manusia, Hilang di Thailand Ditemukan di Myanmar“Jangan sampai apa yang sudah diproduksi dengan susah payah dalam waktu semenit langsung bisa dibajak. Biasanya juga ada kaitannya dengan judi-judi online yang mensponsori pembajakan-pembajakan ini," tambah dia.
Di sisi lain, terkait dengan upaya hukum untuk melindungi para sineas muda dari pembajakan, Teuku Riefky mengaku saat ini pihaknya masih dalam proses pembahasan dengan pihak-pihak terkait. Sebab ia ingin kebijakan terkait pembajakan ini nantinya bisa melindungi sineas Tanah Air.
"Kami sedang duduk, jadi beri kesempatan. Kami juga tidak ingin kebijakan yang sia-sia, karena ini butuh kolaborasi dengan semua pihak. Kementerian Ekraf tidak bisa sendiri, kami butuh masukan dari stakeholder kami,” ujar Menekraf.
“Setelah itu kami juga akan bicara engan pihak kepolisian atau komdigi. Ini dalam proses, kami sedang duduk bersama teman-teman untuk melihat," tegasnya.
Pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri film untuk terus mengangkat budaya Indonesia khususnya musik ke dalam film.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



