Program CKG di Puskesmas Mojosongo Boyolali Belum Optimal Dimanfaatkan Warga
BOYOLALI, investor.id – Pemerintah mencanangkan program cek kesehatan gratis (CKG) bagi masyarakat dan sebagai kado bagi masyarakat yang berulang tahun. Namun layanan CKG untuk warga di Boyolali Jawa Tengah belum banyak dimanfaatkan warga.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Puji Astuti mengatakan, sejak di-launching pada 10 Februari 2025 lalu respons masyarakat untuk mengikuti CKG belum sesuai yang diharapkan.
“Promosi sudah gencar kami lakukan di seluruh kabupaten Boyolali dari 500 lebih pendaftar, yang betul-betul memeriksakan hanya 198 orang,” katanya, Kamis (20/2/2025).
Puji menyampaikan, selama ini warga belum menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan secara dini. Menurutnya, masyarakat selama ini masih merasa takut untuk memeriksakan kesehatannya.
“Yang banyak hanya Puskesmas Karanggede dan Sawit. Untuk Puskesmas lainnya masih sepi peminat, bahkan ada yang masih kosong seperti Puskesmas Sambi dan Tamansari,” ujar Puji.
Puji mengutarakan, dalam program CKG tersebut dilakukan promosi melalui media sosial (medsos) serta memberikan informasi kepada masyarakat melalui pemerintah desa serta Posyandu.
“Kami melakukan promosi melalui media, medsos, pemberitahuan pemdes juga Posyandu. Tapi ya masih sepi saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk mendapatkan layanan pemeriksaan gratis warga terlebih dahulu mengunduh Satusehat mobile.
“Kemudian melengkapi data diri di dalam aplikasi. Data ini akan digunakan sebagai dasar dalam penjadwalan pemeriksaan kesehatan,” ujar Puji.
Ia menambahkan, setelah proses ini selesai, masyarakat hanya perlu menunggu notifikasi atau pemberitahuan terkait waktu dan lokasi pemeriksaan dari aplikasi tersebut.
Bagi anggota keluarga seperti anak-anak atau lansia yang tidak memiliki gawai pintar, mereka dapat ditambahkan sebagai profil tertaut di akun Satusehat mobile milik anggota keluarga lain.
“Dengan fitur ini, program kesehatan gratis tetap dapat diakses oleh seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga Mojosongo, Boyolali Diah Pudiati (57) mengaku, senang dengan adanya program pemeriksaan kesehatan gratis, karena pemeriksaan ini tidak membayar.
“Saya ulang tahunnya 30 Januari, tapi baru sempet sekarang ke Puskesmas. Senang ada program kesehatan gratis ini, karena kan tidak bayar,” kata dia.
Diah berharap, program pemeriksaan kesehatan gratis ini tetap berlanjut, karena dengan program PKG tersebut rakyat kecil bisa memeriksakan kesehatannya secara gratis.
“Saya berharap sih, pemeriksaan gratis ini bisa berlanjut. Ya, biar rakyat kecil bisa memeriksakan kesehatannya secara gratis,” pungkasnya
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler



