Jumat, 15 Mei 2026

Akses ke Dokter Spesialis Kulit Masih Terbatas

Penulis : Mardiana Makmun
3 Mar 2025 | 21:24 WIB
BAGIKAN
Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria (2 kiri) dan Dermatolog Haloskin, dr Rina Diana Winta, SpDVE (3 kiri) memaparkan jumlah dermatolog dan perawatan kulit di Jakarta
Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria (2 kiri) dan Dermatolog Haloskin, dr Rina Diana Winta, SpDVE (3 kiri) memaparkan jumlah dermatolog dan perawatan kulit di Jakarta

JAKARTA, investor.id  - Kesadaran perawatan kulit masyarakat Indonesia semakin tinggi. Sayangnya akses ke dokter kulit masih terbatas.

“Ada 1,9 miliar orang di dunia yang memiliki masalah kulit, tapi hanya 1% yang punya akses ke dermatolog. Di Indonesia, ada 2.500 dermatolog atau 1 banding 100 ribu penduduk. Idealnya jumlah dermatology 1 banding 2 ribu penduduk. Ini menjadi alasan Halodoc meluncurkan layanan Haloskin untuk kosultasi kulit dengan dermatology berpengalaman,” kata Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria di Jakarta.

Sebagai informasi, menurut penelitian Euromonitor, Indonesia menempati posisi kedua dalam kesadaran perawatan kulit secara global. Namun, akses ke dokter spesialis masih terbatas. Berdasarkan data dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Indonesia hanya memiliki sekitar 2.500 dokter kulit, dan rasio 1:100.000, jauh dari standar ideal 1:2.000.

ADVERTISEMENT

Selain itu, menurut laporan Indonesian Consumer Trend on Beauty Industry 2024 oleh Jakpat, banyak orang di Indonesia masih merasa belum puas dengan kondisi kulit mereka saat ini.

“Banyak yang menginginkan kulit dengan tekstur halus, bebas dari komedo, cerah, dan bebas minyak, tetapi kondisi aktual mereka masih jauh dari harapan. Misalnya, 84% perempuan menginginkan kulit cerah, namun hanya 48% yang merasa telah mencapainya,” papar Fibriyani.

Laporan Taking Perspective of Gen X, Gen Y, and Gen Z in Their Beauty Behavior 2022 juga mengungkap, masalah kulit berjerawat paling banyak dialami oleh Gen Y (52%) dan Gen Z (69%). Sementara itu, tanda-tanda penuaan menjadi perhatian utama bagi Gen X (68%), sedangkan kulit kusam merupakan masalah umum yang dialami oleh semua generasi dan termasuk dalam tiga permasalahan kulit paling sering dialami.

Dermatolog Haloskin, dr Rina Diana Winta, SpDVE, memaparkan, setiap orang memiliki kondisi dan permasalahan kulit yang berbeda. Kondisi ini, kata dr Rina dipengaruhi oleh berbagai faktor. “Faktor genetik berperan penting pada kondisi kulit. Selain itu juga gaya hidup, matahari, dan pemakaian skincare berperan pada kesehatan kulit,” papar dr Rina.

Karena itu, lanjut dr Rina, solusi yang diberikan harus disesuaikan kondisi kulitnya guna mendapatkan hasil optimal. “Di Haloskin, kami memahami kebutuhan ini dan berfokus pada penanganan berbagai masalah kulit, seperti jerawat, bekas jerawat, kulit kusam, hingga tanda-tanda penuaan seperti kerutan halus dan flek. Kami memastikan setiap pengguna mendapatkan solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit mereka,” jelas dr Rina.

Tips untuk Kulit Berjerawat dan Menua

Untuk kulit berjerawat, dr Rina menyarankan menggunakan skincare noncomedogenic yang ringan dan tidak menyumbat pori-pori. “Gunakan juga skincare yang memiliki bahan aktif yang bekerja langsung membunuh bakteri penyebab jerawat. Jangan lupa cuci wajah minimal dua kali dalam sehari,” saran dr Rina.

Sedangkan untuk kulit yang mengalami penuaan dengan tanda-tanda kusam, warna kulit tidak merata, dan terdapat garis-garis halus, dr Rina menyarankan khusus.

“Untuk penuaan, butuh skincare kombinasi perlindungan dan perawatan. Hindari panas-panasan di bawah matahari langsung. Gunakan sunscreen, hindari stress, dan gunakan bahan aktif antiaging, misal niacinamide, hyaluronic acid untuk regenerasi kulit dan mengurangi flek,” ujar dr Rina.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia