Penanganan Kanker Payudara Terdeteksi Stadium Lanjut Berpacu dengan Waktu
JAKARTA, investor.id – Penanganan kanker yang terdeteksi pada stadium lanjut akan berpacu dengan waktu. Karena itu, masyarakat, khususnya perempuan, disarankan rutin melakukan skrining payudara agar agar dapat mendeteksi kondisi payudara.
"Ketika usia sudah di atas 40 tahun, seluruh perempuan sebaiknya rutin melakukan skrining payudara agar kita bisa mendeteksi secara dini," tutur dokter radiologi dr Alan Anderson Bangun, MSc, Sp.Rad, dari Siloam Hospitals Yogyakarta di sela kegiatan skrining gratis yang digelar Grup Rumah Sakit Siloam di Lippo Plaza Yogyakarta
"Ini karena penanganan kanker yang sudah terdeteksi berarti berpacu dengan waktu. Penyebaran sel kanker itu harus segera ditangani secepatnya agar tidak menyebar ke jaringan tubuh yang sehat," sambung dr Alan.
Pada stadium 3, harapan hidup panderita kanker payudara menjadi rendah. Hal ini karena sel kanker umumnya sudah berkembang dengan lebih agresif, yaitu ketika sel-sel kanker mulai menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar payudara.
Menurut National Cancer Institute (NCI), relative survival rate (tingkat kelangsungan hidup relatif) untuk wanita dengan kanker payudara stadium 3 selama periode 5 tahun adalah sekitar 86%. Kendati demikian, hal ini tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, sehingga harapan hidup setiap orang bisa berbeda-beda.
Faktor tersebut, di antaranya: respons terhadap pengobatan, jenis kanker payudara, tingkat pertumbuhan tumor, faktor lain, seperti usia, riwayat medis, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Skrining Gratis
Lebih dari 1.000 perempuan mengikuti skrining kanker payudara gratis di program 'Semangat Lawan Kanker' yang digelar Grup Rumah Sakit Siloam di Lippo Plaza Yogyakarta pada 28–30 April 2025. Skrining bertujuan untuk mendeteksi kanker payudara di stadium dini.
Skrining gratis ini turut dihadiri GKR Mangkubumi dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Emma Rahmi Aryani selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Siti Nurtata Rizki selaku EO Siloam Hospitals Yogyakarta, serta Direktur Siloam Hospitals Yogyakarta, Erich Ricardo.
“Periksalah payudara secara rutin. Kita sebagai perempuan, kesehatan tubuh adalah prioritas kita,” ujar GKR Mangkubumi dalam keterangan tertulis, Kamis (1/5/2025).
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan yang menghadiri acara pembukaan menyampaikan pula apresiasinya.
"Kita mengapresiasi acara ini, karena ada lebih dari 1.000 perempuan yang ditargetkan untuk bisa melakukan screening kanker payudara. Dan ini menjadi satu langkah yang harus kita dukung ke depannya," kata Wawan.
Sementara itu, CEO Siloam Hospitals Yogyakarta, Siti Nurtata Rizki mengatakan, skrining sangat krusial untuk menentukan langkah selanjutnya. Faktanya, 70% kasus sudah masuk stadium 3 saat terdeteksi.
"Bagaimana cara menekan angka itu? Jawabannya hanya satu, yakni skrining secara rutin. Makin cepat terdeteksi, prognosis kesembuhan semakin baik, bahkan bisa sampai 100%,”ujar Siti Nurtata Rizki.
Ia juga mengajak lebih banyak lagi perempuan untuk mengikuti skrining kanker payudara melalui program Selangkah. Menurutnya sejak diluncurkan pada Maret 2023, program ini telah menjangkau lebih dari 33.000 perempuan dari 139 desa dan beragam kelompok masyarakat.
Dinas Kesehatan DIY tahun 2024 mencatat ada 593 kasus kanker payudara dan menjadikannya sebagai jenis kanker paling umum pada perempuan di provinsi ini. Melalui edukasi yang tepat, kesadaran masyarakat akan terbangun dan mendorong perempuan agar lebih aktif melakukan pemeriksaan dini.
"Tak hanya di kota-kota besar, program ini juga melakukan ekspansi layanan yang akan menjangkau 41 lokasi RS Siloam di 28 kota di Indonesia," jelas Siti.
Tidak hanya itu, seluruh peserta juga mendapatkan fasilitas tindak lanjut deteksi dini dari Siloam Hospitals Yogyakarta. Kemudian, mereka dapat mengikuti health talk mengenai kanker payudara bersama RS Syubbanul Wathon Magelang, bagian dari Grup RS Siloam.
"Kehadiran tokoh-tokoh ini mencerminkan sinergi antara sektor kesehatan dan pemerintah daerah untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih inklusif," beber Siti.
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



