Jumat, 15 Mei 2026

Toko di Kemang Ini Didirikan dari 11 Ton Sampah Plastik Daur Ulang

Penulis : Indah Handayani
21 Mei 2025 | 13:25 WIB
BAGIKAN
Self Care Community Centre (SCCC)
Sumber; Ist
Self Care Community Centre (SCCC) Sumber; Ist

JAKARTA, investor.id — Di tengah geliat kawasan Kemang, Jakarta Selatan, hadir sebuah toko yang tak biasa. Bukan hanya karena konsepnya yang unik, tetapi juga karena bangunannya didirikan dari lebih dari 11 ton sampah plastik daur ulang lokal.

Toko itu bernama Self Care Community Centre (SCCC), sebuah ruang multifungsi yang menggabungkan ritel, seni, kesehatan mental, dan kepedulian lingkungan.

Didirikan oleh platform kreatif Space Available bersama A3000 Cultural Collective, SCCC bertujuan untuk merevolusi fungsi toko ritel menjadi ruang refleksi, koneksi, dan perawatan diri. Proyek ini dipelopori oleh Dan Mitchell dan Hendy Kana, dua figur yang ingin menghidupkan kembali Kemang sebagai pusat kreativitas dan komunitas urban.

ADVERTISEMENT

SCCC berdiri di atas bekas pusat kebudayaan yang sebelumnya dirancang oleh arsitek terkemuka Andra Matin. Kini bangunan tersebut bertransformasi total: dari sekadar ruang fisik menjadi ekosistem kesejahteraan kolektif.

Desainnya mengusung prinsip sirkular dan ramah lingkungan, menggabungkan kerajinan tangan, material inovatif, dan tata ruang modular. SCCC bukan sekadar tempat berbelanja—melainkan ruang untuk melambat, merenung, dan membangun kembali koneksi dengan diri sendiri dan sesama.

“Self Care Community Centre bukan tempat jualan biasa. Ini adalah ruang untuk tumbuh, berlatih mindfulness, dan menciptakan ikatan sosial yang lebih sehat,” ujar Dan Mitchell.

Dengan konsep terbuka dan modular, SCCC menyediakan area yang dapat diakses publik, serta area khusus yang hanya bisa dinikmati lewat keanggotaan komunitas gratis. Anggota dapat mengikuti berbagai program, mulai dari lokakarya seni hingga diskusi tentang kesehatan mental dan lingkungan.

“Kami ingin SCCC terus berkembang sesuai kebutuhan komunitasnya. Ini bukan bangunan statis, tapi ruang hidup yang terus bergerak bersama masyarakat,” jelas Hendy Kana yang juga merupakan pendiri A3000 Cultural Collective.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia