Jumat, 15 Mei 2026

Pramono Ingin Hotel Bintang 5 di Jakarta Tampilkan Unsur Budaya Betawi

Penulis : Zhulfakar
28 Mei 2025 | 14:07 WIB
BAGIKAN
Gubernur Pramono Anung membuka acara Balairung Sedaya di Singosari Room, Hotel Borobudur pada Selasa (28/5/2025).
Gubernur Pramono Anung membuka acara Balairung Sedaya di Singosari Room, Hotel Borobudur pada Selasa (28/5/2025).

JAKARTA, investor.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyambut baik inisiatif penguatan kemitraan kebudayaan bertajuk Bina Kolaborasi Interaksi Ruang Seni Budaya atau Balairung Sedaya. Kemitraan ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jakarta dan jaringan hotel berbintang lima di ibu kota.

Pramono menjelaskan, program ini bertujuan menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta melalui kolaborasi aktif dengan sepuluh hotel bintang lima yang tersebar di berbagai wilayah kota.

“Kerjasama ini saya yakin akan memberikan dampak sekaligus manfaat bagi perkembangan budaya Betawi di tempatnya sendiri,” ujar Gubernur Pramono setelah membuka acara Balairung Sedaya di Singosari Room, Hotel Borobudur pada Selasa (28/5/2025).

ADVERTISEMENT

Pramono juga menegaskan sebagai kota global yang saat ini masih memegang status ibu kota negara, Jakarta memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat simbol-simbol budaya lokal, terutama Betawi. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, maka salah satu identitas simbol utama Jakarta adalah Betawi. Untuk itu secara khusus saya memesankan agar ini benar-benar dilakukan dan dibina,” ungkapnya.

Dalam skema kerja sama ini, setiap hotel diminta menampilkan unsur budaya Betawi secara nyata mulai dari interior bernuansa Betawi, pertunjukan seni, hingga sajian kuliner khas seperti soto betawi, kerak telor, dan bir pletok.

“Saya ingin begitu orang dari mana saja datang ke hotel-hotel itu, warna budaya Betawinya benar-benar terasa,” ungkap Pramono.

Dirinya memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Kebudayaan Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary agar program serupa diperluas ke sektor lain. Ia mencontohkan lingkungan Balai Kota yang kini sudah menonjolkan nuansa kebetawian secara visual dan kultural.

“Jangan sampai hanya tertuang di undang-undang atau peraturan gubernur saja, tapi harus juga nyata di lapangannya,” tandasnya.

Program Balairung Sedaya menjadi salah satu upaya konkret Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan budaya Betawi tetap hidup dan relevan di tengah modernisasi ibu kota, sekaligus menjadi daya tarik pariwisata yang khas.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia