Termasuk Konser Musik, Industri Event Diminta Perhatikan Hak Kekayaan Intelektual
JAKARTA, investor.id – Industri event (acara) diminta memperhatikan aspek legal atas hak kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) yang digunakan di dalam kegiatannya, termasuk konser musik. Hal ini demi mendorong profesionalitas dan naik kelas industri event di Indonesia.
“Bu Menteri sekarang sangat mendukung adanya event-event yang IPnya Indonesia. Kemudian supporting event-event yang dilakukan oleh pemerintah daerah, industri swasta, nah saya melihat sebenarnya peluang besar," kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa di sela pelantikan Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) di Jakarta.
Terkait ini, Rizki menegaskan pentingnya para pelaku usaha penyelenggaraan acara (event) memperhatikan aspek legal, “Apalagi jika memiliki hak atas kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) untuk acara yang diselenggarakan,” tegas Rizki.
Seperti diketahui, sejumlah musisi/pencipta lagu meradang karena banyak lagu mereka digunakan di berbagai acara dan tempat, tanpa membayar hak atas kekayaan intelektual/royalti lagu. Berbagai acara yang tidak membayar itu adalah konser music, sedangkan sejumlah tempat yang tidak membayar royalty lagu adalah restoran, karaoke, dan lain-lain.
LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) mencatat lebih dari 400 acara di Indonesia yang tidak membayar royalti musik. Catatan ini disampaikan oleh Ketua LMKN, Dharma Oratmangun, dalam sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). LMKN juga mencatat bahwa penghimpunan royalti pada tahun 2023 mencapai Rp 55.151.768.212, meningkat dari tahun 2022 sebesar Rp 35.005.101.306.
Irvan Mahidin Sukamto, Ketua Umum DPP IVENDO 2025–2029 yang baru dilantik mencatat bahwa IVENDO akan memprioritaskan profesionalisasi industri. “Kami akan meningkatkan profesionalisme melalui sertifikasi kompetensi, pembangunan ekosistem usaha yang sehat, advokasi kebijakan nasional, serta perluasan ruang pertumbuhan bagi seluruh DPD di Indonesia,” kata Irvan.
Setelah pelantikan, seluruh pengurus DPP dan DPD langsung diberangkatkan ke Bandung untuk mengikuti Leader’s BootCAMP selama tiga hari dua malam. Program ini mencakup Workshop Konsolidasi Pusat–Daerah, simulasi kepemimpinan, dan penyusunan awal Roadmap Industri Event Nasional 2025–2045 yang diselaraskan dengan arah kebijakan nasional.
“Kami ingin memastikan pelantikan ini bukan akhir, tapi awal dari gerak bersama yang solid dan adaptif. Model organisasi yang langsung bergerak setelah dilantik ini adalah contoh tata kelola asosiasi modern,” tutur Wakil Ketua Umum III Bidang Komunikasi, Program, dan Ekosistem Industri, Grace Jeanie.
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler

