Robertson Bertekad Bawa Skotlandia Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
JAKARTA, investor.id – Kapten tim nasional Skotlandia, Andrew Robertson, menegaskan ambisi besarnya untuk membawa negaranya mencetak sejarah baru pada ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Skotlandia bertekad menembus babak gugur untuk pertama kalinya, setelah dalam delapan partisipasi sebelumnya selalu terhenti di babak grup.
“Kami ingin menjadi tim pertama yang mampu melakukan hal itu bagi negara kami,” ujar Robertson seperti dilansir dari laman resmi FIFA, Jumat (19/6/2026).
Langkah awal Skotlandia di turnamen ini terbilang positif. Mereka berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menaklukkan Haiti 1-0 di laga pembuka Grup C. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Tartan Army, julukan timnas Skotlandia, menjelang laga krusial kontra Maroko yang akan berlangsung Sabtu (20/6/2026) pukul 05.00 WIB di Stadion Boston, Foxborough.
Kemenangan atas Maroko akan memastikan langkah Skotlandia otomatis melaju ke babak 32 besar. Saat ini, Skotlandia memimpin klasemen sementara Grup C, menyusul hasil imbang 1-1 antara Brasil dan Maroko di pertandingan lainnya.
Meski harus menghadapi Maroko yang berada di peringkat keenam FIFA, terpaut 31 tingkat di atas Skotlandia, Robertson tetap optimistis. Ia mengakui kualitas Maroko yang sempat mengejutkan dunia dengan menembus posisi empat besar pada Piala Dunia 2022.
“Mereka tampil luar biasa di Piala Dunia terakhir. Mereka menjadi kebanggaan Afrika. Namun, fokus kami adalah performa sendiri. Semoga saat peluit akhir berbunyi, kami yang bisa tersenyum,” tegas bek anyar Tottenham Hotspur tersebut seperti dikutip Associated Press, Jumat.
Pelatih Skotlandia Steve Clarke justru melihat status underdog timnya sebagai keuntungan.
“Saat melawan Haiti kami dijagokan dan pertandingan terasa sulit. Kali ini kami tidak diunggulkan, dan terkadang Skotlandia lebih menyukai situasi seperti itu,” pungkas pelatih berusia 62 tahun tersebut.
Skotlandia memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola, namun sering kali kesulitan untuk berbicara banyak di turnamen tingkat dunia. Meskipun dikenal memiliki basis pendukung yang fanatik, "Tartan Army" terakhir kali mencicipi putaran final Piala Dunia pada 1998 di Prancis.
Keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026 ini bukan sekadar ajang partisipasi, melainkan pembuktian bagi generasi emas sepak bola Skotlandia saat ini yang banyak bermain di liga-liga papan atas Eropa. Keberhasilan menembus babak gugur akan menjadi tonggak sejarah terbesar bagi sepak bola Skotlandia, sekaligus mengubah persepsi dunia mengenai posisi mereka dalam peta kekuatan sepak bola internasional.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






