Kiper Meksiko Raúl Rangel Curi Perhatian di Piala Dunia 2026
MEXICO CITY, investor.id – Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, salah satu teka-teki terbesar bagi tim nasional Meksiko adalah siapa yang akan menjadi penjaga gawang utama.
Publik sempat meragukan apakah pelatih Javier Aguirre akan memilih Raúl Rangel, kiper muda berusia 26 tahun yang belum pernah mencicipi satu pun pertandingan resmi bersama El Tri, atau memilih sang legenda hidup Guillermo Ochoa yang telah menjadi tembok pertahanan Meksiko sejak 2014.
Aguirre akhirnya berani bertaruh pada darah muda dan keputusan tersebut terbukti sangat jitu, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (20/6/2026).
Rangel tampil memukau dengan melakukan penyelamatan spektakuler pada menit ke-87 saat melawan Korea Selatan. Aksi gemilangnya berhasil mengunci kemenangan dramatis 1-0 untuk Meksiko, sekaligus membawa sang tuan rumah bersama menjadi tim pertama yang lolos ke babak gugur Piala Dunia kali ini.
Menyamai Rekor Para Legenda
Berkat catatan dua pertandingan tanpa kebobolan (clean sheet), Rangel kini menyamai torehan kiper ikonik Meksiko, Jorge Campos.
Jika ia mampu menjaga gawangnya tetap suci di laga berikutnya melawan Republik Ceko, Rangel akan menyamai rekor Ignacio Calderon. Ia adalah satu-satunya kiper Meksiko yang mampu mencetak tiga clean sheet dalam satu edisi Piala Dunia, yang diraih saat menjadi tuan rumah pada 1970.
"Raúl menunjukkan tekad yang luar biasa sejak pertama kali dipanggil. Dia awalnya adalah pelapis Luis Ángel Malagón, tetapi dia terus bertahan dan berkembang. Dia tampil apik bersama klubnya, Chivas. Jarang ada pemain yang menjalani debut dengan ketenangan luar biasa seperti itu," ujar Aguirre.
Karier Rangel melesat bak dongeng. Tiga tahun lalu, ia masih bermain di kasta kedua bersama Tapatío. Ia baru menjadi starter di Chivas setahun yang lalu.
Rangel sebenarnya mendapat "berkah" setelah kiper utama Meksiko, Malagón, mengalami cedera parah pada ligamen Achilles kiri Maret lalu. Meski begitu, keputusan Aguirre mencadangkan Ochoa demi Rangel tetap mengejutkan, mengingat Ochoa yang kini berusia 40 tahun tengah menjalani Piala Dunia keenamnya.
Mentor di Bangku Cadangan
Meski harus rela duduk di bangku cadangan, Ochoa menunjukkan jiwa kepemimpinan yang besar dengan menjadi mentor bagi sang junior. Seusai laga kontra Korea Selatan, Ochoa bahkan sengaja menunggu Rangel di lorong stadion untuk memberikan pelukan hangat.
"Saya harus berterima kasih kepada 'Memo' (Ochoa). Dia sangat membantu saya dan menularkan ketenangannya kepada saya. Memiliki sosok seperti dia di samping saya untuk berebut posisi justru memberikan kepercayaan diri yang besar," ungkap Rangel.
Meski mencatatkan awal yang sempurna dengan dua kemenangan, Rangel mengingatkan timnya untuk tidak jemawa.
"Merasa menjadi favorit hanya akan membuat kami terlena. Kami harus fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lain," pungkasnya.
Meksiko selalu dikenal sebagai negara yang melahirkan penjaga gawang legendaris berkarakter kuat di panggung Piala Dunia. Mulai dari gaya akrobatik Jorge Campos di era 1990-an hingga ketangguhan luar biasa Guillermo "Memo" Ochoa yang kerap menjadi momok menakutkan bagi penyerang top dunia sejak edisi 2014.
Namun, menjelang Piala Dunia 2026, Meksiko sempat dihantam krisis lini belakang akibat mundurnya kiper utama pilihan mereka, Luis Ángel Malagón, karena cedera parah.
Situasi ini sempat memicu perdebatan sengit di kalangan pendukung antara memilih romantisme pengalaman masa lalu bersama Ochoa yang sudah uzur, atau memercayai regenerasi baru. Kehadiran Raúl Rangel tidak hanya menjawab keraguan tersebut, tetapi juga membuktikan tradisi melahirkan "tembok raksasa" di bawah mistar gawang Meksiko masih belum pudar.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






