Pelatih Tanpa Kompromi Afsel yang Curi Perhatian di Piala Dunia
ATLANTA, investor.id – Hugo Broos, pelatih tim nasional Afrika Selatan, secara tak terduga menjadi sorotan utama dalam gelaran Piala Dunia tahun ini. Di usianya yang menginjak 74 tahun, pelatih asal Belgia ini tidak hanya dikenal karena prestasinya membawa Afrika Selatan kembali ke panggung dunia, tetapi juga karena sikapnya yang blak-blakan dan tegas terhadap media maupun kritikus.
Sejak turnamen dimulai, Broos telah menunjukkan gaya kepemimpinannya yang apa adanya. Ia tak segan "membungkam" pihak-pihak yang mencoba memancing kontroversi, termasuk menolak menjawab pertanyaan bermuatan politis terkait klaim Donald Trump mengenai situasi di Afrika Selatan.
"Saya akan menjawab pertanyaan itu: Kami tidak akan menjawab pertanyaan itu," tegasnya dengan lugas saat konferensi pers seperti dikutip Associated Press, Jumat (19/6/2026).
Tidak hanya media asing, Broos juga tidak menahan diri saat berhadapan dengan kritik dari negaranya sendiri. Pasca kekalahan 0-2 dari Meksiko di laga pembuka, ia menyindir para mantan pemain yang mengkritik timnya.
"Bagi mereka yang masih belum tahu, saya bekerja dengan cara saya. Saya tidak pernah mendengarkan orang yang merasa dirinya cukup penting untuk mengkritik tim, padahal jika melihat rekam jejak mereka sebelumnya, sebaiknya mereka diam," tegas Broos.
Selain ketegasannya, Broos juga dikenal vokal soal keadilan di lapangan.
Ia sempat mempertanyakan standar keputusan wasit dan penggunaan VAR yang dianggap tidak konsisten, terutama saat membandingkan insiden yang melibatkan Lionel Messi dengan kartu merah yang diterima pemainnya, Themba Zwane.
Meski dikenal keras, Broos tetaplah sosok yang dihormati. Keberhasilannya membawa Afrika Selatan tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010 menjadikannya pahlawan bagi para penggemar. Namun, ia tetap membumi, bahkan sempat berkelakar saat ditanya soal wacana pembuatan patung dirinya.
"Seseorang pernah mengatakan bahwa mereka harus membuat patung untuk saya di Afrika Selatan. Saya katakan, buatlah dari kayu agar mudah terbakar saat saya kalah," ujarnya sambil tertawa.
Saat ini, harapan Afrika Selatan untuk lolos dari fase grup tetap terjaga setelah menahan imbang Ceko 1-1. Broos, yang telah menyatakan akan pensiun setelah turnamen ini, kini fokus penuh membawa timnya meraih kemenangan krusial melawan Korea Selatan pada Rabu mendatang.
Kehadiran Hugo Broos di kursi kepelatihan menandai babak baru bagi sepak bola Afrika Selatan. Sejak kesuksesan sebagai tuan rumah pada edisi 2010, timnas Afrika Selatan sempat mengalami masa transisi yang sulit dan absen dalam beberapa turnamen besar.
Penunjukan Broos pada 2021 merupakan langkah strategis federasi untuk membangun kembali mentalitas tim yang disiplin dan taktis. Dengan pengalaman 40 tahun di dunia kepelatihan, Broos membawa pendekatan pragmatis yang terbukti efektif mengembalikan posisi Afrika Selatan sebagai salah satu kekuatan sepak bola yang disegani di benua Afrika hingga mampu menembus pentas dunia saat ini.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






