Minggu, 21 Juni 2026

10 Pelatih Sepakbola Bergaji Tertinggi pada Piala Dunia 2026

Penulis : Mardiana Makmun
20 Jun 2026 | 06:51 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pelatih tim Piala Dunia 2026 dengan gaji termahal. (Beritasatu/AI)
Ilustrasi pelatih tim Piala Dunia 2026 dengan gaji termahal. (Beritasatu/AI)

JAKARTA, investor.id - Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang persaingan para pemain terbaik dunia, tetapi juga para pelatih dengan bayaran fantastis dari federasi masing-masing.

Sejumlah negara rela mengeluarkan dana besar demi mendapatkan sosok yang dianggap mampu membawa tim meraih hasil maksimal pada turnamen tersebut.

Menariknya, pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni yang sukses mengantarkan negaranya menjadi juara dunia pada 2022 justru tidak masuk lima besar daftar pelatih bergaji tertinggi pada Piala Dunia 2026.

Bahkan, gajinya masih berada di bawah beberapa pelatih yang belum pernah memenangkan trofi Piala Dunia. Pada sisi lain, pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti memimpin daftar dengan bayaran mencapai 8,28 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 194,53 miliar.

ADVERTISEMENT

Angka tersebut lebih dari tiga kali lipat dibanding gaji Scaloni yang berada pada kisaran 2,61 juta pound sterling atau sekitar Rp 61,32 miliar per tahun.

Pelatih dengan Gaji Tertinggi pada Piala Dunia 2026

Melansir Planet Football, berikut daftar 10 pelatih dengan gaji tertinggi pada Piala Dunia 2026. Perhitungan rupiah menggunakan kurs 1 pound sterling setara dengan Rp 23.494 pada 19 Juni 2026.

1. Carlo Ancelotti (Brasil)

Carlo Ancelotti menerima gaji 8,28 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 194,53 miliar, tertinggi di antara seluruh pelatih yang tampil pada Piala Dunia 2026.

Ancelotti merupakan satu-satunya pelatih yang pernah menjuarai liga pada lima kompetisi utama Eropa. Ia juga mengoleksi lima gelar Liga Champions, rekor yang membuat Brasil yakin menunjuknya sebagai pelatih tim nasional.

Ancelotti kini mendapat tugas membawa Brasil meraih gelar Piala Dunia. Jika berhasil melakukannya, ia akan mencatat sejarah sebagai pelatih asing pertama yang memenangkan Piala Dunia bersama negara yang bukan tanah kelahirannya.

Kepercayaan Federasi Sepak Bola Brasil terhadap Ancelotti juga terlihat dari kontraknya yang telah diperpanjang hingga 2030.

2. Thomas Tuchel (Inggris)

Thomas Tuchel menerima gaji 5,06 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 118,88 miliar untuk memimpin timnas Inggris.

Pelatih asal Jerman tersebut memiliki pengalaman menangani sejumlah klub elite Eropa seperti Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Bayern Munchen.

Rekam jejak Tuchel pada kompetisi sistem gugur menjadi salah satu alasan utama Inggris merekrutnya. Ia pernah mencapai dua final Liga Champions dan memenangkan satu di antaranya bersama Chelsea.

3. Mauricio Pochettino (Amerika Serikat)

Mauricio Pochettino menerima gaji 4,53 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 106,43 miliar sebagai pelatih timnas Amerika Serikat.

Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat mempercayakan tim nasional kepada Mauricio Pochettino.

Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea itu tercatat sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi dalam sejarah sepak bola Amerika Serikat.

Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Amerika Serikat meningkatkan daya saing tim menjelang tampil di depan publik sendiri.

4. Julian Nagelsmann (Jerman)

Julian Nagelsmann menerima gaji 4,2 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 98,67 miliar untuk menangani timnas Jerman.

Julian Nagelsmann dikenal sebagai salah satu pelatih muda dengan reputasi terbaik di generasinya.

Meski masih berusia 30-an tahun, ia sudah pernah menangani Hoffenheim, RB Leipzig, Bayern Munchen, dan kini timnas Jerman. Federasi Sepak Bola Jerman bahkan telah mengikatnya dengan kontrak hingga Euro 2028.

5. Fabio Cannavaro (Uzbekistan)

Fabio Cannavaro menerima gaji 3,5 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 82,23 miliar bersama timnas Uzbekistan.

Nama Fabio Cannavaro menjadi kejutan dalam daftar ini. Mantan kapten Italia yang membawa negaranya juara dunia pada 2006 kini menempati posisi kelima pelatih dengan gaji tertinggi pada Piala Dunia 2026.

Menariknya, Cannavaro bukan pelatih yang membawa Uzbekistan lolos ke putaran final. Tiket Piala Dunia pertama dalam sejarah negara Asia Tengah tersebut diamankan oleh pelatih lokal Timur Kapadze.

Setelah kelolosan bersejarah itu, federasi Uzbekistan memilih menunjuk Cannavaro karena pengalaman internasional yang dimilikinya.

6. Roberto Martinez (Portugal)

Roberto Martinez menerima gaji 3,5 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 82,23 miliar sebagai pelatih Portugal.

Roberto Martinez datang ke Piala Dunia 2026 setelah membawa Portugal menjuarai UEFA Nations League 2025.

Mantan pelatih Belgia itu mendapat kesempatan menangani skuad bertabur bintang yang dihuni banyak pemain top, terutama pada lini tengah.

Dengan skuad yang dipenuhi pemain top, terutama pada lini tengah, Martinez kini dituntut membawa Portugal bersaing dalam perebutan gelar.

7. Didier Deschamps (Prancis)

Didier Deschamps menerima gaji 3,31 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 77,77 miliar untuk memimpin Prancis.

Didier Deschamps merupakan pelatih yang membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018 dan kembali menembus final pada edisi 2022.

Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi turnamen besar terakhir Deschamps bersama Les Bleus setelah lebih dari satu dekade mengabdi sebagai pelatih tim nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, namanya juga kerap dikaitkan dengan kemungkinan digantikan legenda Prancis, Zinedine Zidane, yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat penerusnya.

8. Lionel Scaloni (Argentina)

Lionel Scaloni menerima gaji 2,61 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 61,32 miliar bersama timnas Argentina.

Posisi Scaloni menjadi salah satu kejutan terbesar dalam daftar ini. Meski berhasil membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 dan meraih sejumlah gelar bergengsi dalam beberapa tahun terakhir, gajinya hanya menempatkannya pada peringkat kedelapan.

Keberhasilan tersebut semakin menarik mengingat Scaloni awalnya dipercaya menangani Argentina saat federasi sedang menghadapi keterbatasan finansial setelah beberapa pergantian pelatih yang kurang memuaskan.

Meski berstatus pelatih juara dunia, Scaloni menerima gaji yang sama dengan Koeman dan Bielsa. Fakta tersebut membuat posisinya menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian dalam daftar ini.

9. Marcelo Bielsa (Uruguai)

Marcelo Bielsa menerima gaji 2,61 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 61,32 miliar sebagai pelatih Uruguai.

Marcelo Bielsa akan menjalani Piala Dunia ketiganya sebagai pelatih setelah sebelumnya memimpin Argentina pada 2002 dan Chile pada 2010.

Pelatih berjulukan El Loco itu memulai kiprahnya bersama Uruguai dengan hasil menjanjikan. Ia membawa tim tersebut meraih kemenangan atas Argentina dan Brasil pada fase kualifikasi.

Setelah dua pengalaman sebelumnya berakhir tanpa pencapaian besar pada Piala Dunia, Bielsa kini berupaya membawa Uruguai melangkah lebih jauh pada turnamen 2026.

10. Ronald Koeman (Belanda)

Ronald Koeman menerima gaji 2,61 juta pound sterling per tahun atau sekitar Rp 61,32 miliar untuk menangani timnas Belanda.

Ronald Koeman masih dipercaya memimpin Belanda pada Piala Dunia 2026. Periode keduanya bersama Belanda memang tidak selalu berjalan mulus, tetapi ia tetap mendapat kepercayaan dari federasi.

Koeman juga pernah menghadapi tekanan besar saat menangani Barcelona, klub yang dikenal memiliki tuntutan tinggi terhadap gaya bermain.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting saat memimpin Belanda yang selalu mendapat sorotan terkait identitas permainan mereka.

Daftar pelatih bergaji tertinggi pada Piala Dunia 2026 menunjukkan status juara dunia tidak selalu berbanding lurus dengan besaran pendapatan.

Lionel Scaloni yang membawa Argentina meraih trofi pada 2022 hanya menempati posisi kedelapan dengan gaji sekitar Rp 61,32 miliar per tahun, sementara Carlo Ancelotti memimpin daftar dengan bayaran mencapai Rp 194,53 miliar per tahun.

Kini, perhatian tertuju pada apakah investasi besar yang dikeluarkan berbagai federasi tersebut mampu berbuah prestasi saat Piala Dunia 2026 berlangsung.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 1 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia