Sabtu, 20 Juni 2026

Miguel Almiron Dikartu Merah karena Tutup Mulut di Piala Dunia 2026

Penulis : Grace El Dora
20 Jun 2026 | 15:54 WIB
BAGIKAN
Miguel Almiron dari Paraguay bereaksi setelah menerima kartu merah selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia melawan Turki di Santa Clara, California, dekat San Francisco, AS pada Jumat (19/6/2026). (Foto: AP/ Jeff Chiu)
Miguel Almiron dari Paraguay bereaksi setelah menerima kartu merah selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia melawan Turki di Santa Clara, California, dekat San Francisco, AS pada Jumat (19/6/2026). (Foto: AP/ Jeff Chiu)

SANTA CLARA, investor.id – Gelandang tim nasional Paraguay, Miguel Almiron, mengukir sejarah kelam dalam torehan Piala Dunia 2026. Ia menjadi pemain pertama yang dijatuhi hukuman kartu merah langsung akibat menutup mulutnya saat terlibat konfrontasi dalam pertandingan melawan Turki pada Sabtu (20/6/2026).

Insiden tak biasa ini terjadi pada masa perpanjangan waktu babak pertama dalam laga penyisihan Grup D. Ketegangan bermula saat Almiron terlibat adu mulut dengan pemain Turki, Mert Mulder, usai pelanggaran di lini tengah.

Saat melontarkan kata-kata kepada Mulder, Almiron tampak sengaja menutupi mulutnya dengan tangan. Mulder pun langsung melayangkan protes dan meminta wasit Ivan Barton untuk mengambil tindakan tegas.

Setelah melakukan peninjauan lewat Video Assistant Referee (VAR), wasit Ivan Barton tanpa ragu langsung mengusir Almiron keluar lapangan. Keputusan ini diambil berdasarkan regulasi baru yang diterapkan FIFA mulai Piala Dunia tahun ini.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan aturan, jika Anda menutup mulut (saat berbicara kepada lawan/ wasit), Anda akan dikeluarkan dari lapangan. Kartu merah. Tidak ada yang bisa saya perbuat. Sayangnya, kami tidak bisa menggugat aturan ini," ujar pelatih Paraguay Gustavo Alfaro dalam konferensi pers usai laga, sebagaimana dikutip Associated Press, Sabtu.

Semangat Juang Paraguay di Tengah Sanksi Berat

Meski harus bermain dengan 10 orang di sepanjang babak kedua, Paraguay yang sudah unggul 1-0 berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Alfaro mengungkapkan bahwa ia mencoba membesarkan hati Almiron di ruang ganti. Menurutnya, kehilangan satu pemain justru memicu "semangat juang" yang luar biasa dari anggota tim lainnya.

"Dia (Almiron) sudah meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya atas kesalahan tersebut. Dia sadar betul dampak dari tindakannya yang merugikan tim. Namun, nasi sudah menjadi bubur," tambah Alfaro.

Regulasi ketat ini sendiri digagas oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino. Aturan ini lahir berkaca pada insiden di Liga Champions, saat pemain Benfica, Gianluca Prestianni, kedapatan menutupi mulutnya untuk menyembunyikan hinaan verbal kepada bintang Real Madrid, Vinícius Júnior.

Walau timnya sudah memahami aturan tersebut, Alfaro menilai sanksi ini terasa terlalu berlebihan bagi dinamika sepak bola. "Saya khawatir kita terlalu kaku sehingga sepak bola kehilangan esensinya. Dalam sepak bola, gesekan, adu argumen, dan benturan adalah hal yang lumrah," kritiknya.

Ancaman Absen Lebih Lama

Buntut dari kartu merah ini, Almiron dipastikan absen dalam laga penentu fase grup melawan Australia untuk memperebutkan posisi kedua Grup D. Tak hanya itu, FIFA juga memiliki wewenang untuk memperpanjang durasi skorsing hingga babak gugur jika hasil investigasi dinilai berat.

"Saya berharap hukumannya tidak terlalu panjang. Dia sangat menyesal dan kondisi psikologisnya cukup terpukul," kata Alfaro.

Menariknya, ini merupakan kali kedua dalam dua pertandingan berturut-turut Almiron terkena sanksi akibat regulasi baru. Pada laga pembuka melawan Amerika Serikat, Almiron juga menerima kartu kuning setelah VAR membatalkan kartu kuning bek AS, Tim Ream, dan justru memberikannya kepada Almiron yang dianggap melakukan diving (pura-pura terjatuh).

Sebelum bergulirnya turnamen akbar ini, FIFA secara resmi merilis beberapa pembaruan regulasi yang berfokus pada kedisiplinan dan rasa hormat (respect) di atas lapangan.

Salah satu poin yang paling disorot adalah larangan keras bagi pemain untuk menutupi mulut mereka saat berbicara dengan pemain lawan atau perangkat pertandingan di tengah momen konfrontasi. Langkah radikal ini diambil FIFA guna memberantas tindakan rasialisme, penghinaan verbal, dan intimidasi tersembunyi yang kerap luput dari jangkauan kamera siaran langsung ataupun sistem audio wasit.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 11 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 30 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 45 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia