Sabtu, 4 April 2026

Sri Mulyani Bentuk Tim Reformasi Perpajakan

Penulis : Oleh Yosi Winosa dan Tri Murti
21 Des 2016 | 12:34 WIB
BAGIKAN

JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membentuk Tim Reformasi Perpajakan serta Tim Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai, untuk mendongkrak realisasi penerimaan pajak serta bea dan cukai. Hingga bulan kesebelas tahun ini, realisasinya baru sekitar Rp 1.093,8 triliun atau 71,1% dari total target Rp 1.539 triliun dalam APBN Perubahan 2016.


“Untuk pajak, tim ini berperan meningkatkan kepatuhan wajib pajak (WP), meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan basis data/administrasi pajak, dan meningkatkan integritas ser ta produktivitas aparat pajak. Untuk kepabeanan dan cukai, tim reformasi berguna untuk meningkatkan integritas dan akuntabilitas pelayanan serta pengawasan kepabeanan dan cukai,” kata Sri Mulyani saat peluncuran Tim Reformasi Perpajakan serta Tim Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai, Jakarta, Selasa (20/12).


Menkeu menuturkan, tim reformasi akan diberikan waktu untuk melakukan persiapan. Ia berencana menggelar pertemuan lebih lanjut awal tahun depan, untuk menjelaskan lebih detail rencana kerja tim. Pada APBN-P 2016 ditetapkan, target penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.539 triliun, yang terdiri atas penerimaan pajak Rp 1.355 triliun dan bea cukai Rp 184 triliun. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat, realisasi penerimaan pajak hingga 30 November 2016 baru mencapai sekitar Rp 965 triliun, atau 71,2% dari target Rp 1.355 triliun.


Sedangkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyebutkan, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 24 November 2016 mencapai Rp 128,8 triliun atau sekitar 70% dari target Rp 184 triliun. Realisasi penerimaan bea cukai ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 135,5 triliun.


Melihat perkembangan perolehan tersebut, Sri Mulyani memperkirakan ada proyeksi kekurangan (shortfall) penerimaan perpajakan pada akhir 2016 sekitar Rp 219 triliun. Ia meminta komitmen dari seluruh jajaran pegawai pajak dan bea cukai untuk mengupayakan perolehan perpajakan yang optimal, meski target sebesar Rp 1.539 triliun diproyeksikan tidak terpenuhi. (ant/ns/en)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/terdiri-empat-tim-dengan-tugas-masing-masing/154376

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 8 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 12 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 20 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia