Dana Asing Terus Keluar Tembus Rp 149,7 Triliun, Rupiah Terperosok Rp 15.129/US$
JAKARTA, investor.id – Pengetatan moneter yang dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat The Fed, yang agresif menaikkan fed funds rate, memicu dana asing terus keluar dari Indonesia. Kementerian Keuangan mencatat, hingga 23 September 2022, foreign capital outflow telah menembus Rp 149,7 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Dolar AS yang ramai-ramai pulang kandang itu membuat rupiah terdepresiasi hingga kembali menembus level psikologis Rp 15.000 per dolar AS. Hal serupa dialami pasar negara berkembang yang lain.
Kurs rupiah melemah 0,61% ke level Rp 15.129 per dolar AS pada Senin (26/9/2022) pukul 20.45 WIB. Rupiah sudah terdepresiasi 6,08% secara year to date (ytd).
Meski demikian, nilai tukar rupiah masih termasuk lebih baik dibanding mata uang emerging markets yang lain, seperti baht Thailand yang tergerus 10,07% ytd.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

