Jumat, 15 Mei 2026

Kemenkeu: Penerapan LCT akan Jaga Stabilitas Pasar Keuangan Asean

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Mei 2023 | 23:56 WIB
BAGIKAN
Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral BKF Nella Sri Hendriyetty menjelaskan tentang kerja sama LCS dalam webinar yang dipantau secara virtual di Jakarta pada 3 Mei 2023. (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia)
Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral BKF Nella Sri Hendriyetty menjelaskan tentang kerja sama LCS dalam webinar yang dipantau secara virtual di Jakarta pada 3 Mei 2023. (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia)

JAKARTA, investor.id - Indonesia mendorong negara-negara anggota Asean untuk menjalankan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan secara bilateral atau local currency transaction (LCT). Sebab, melalui implementasi LCT akan menjaga stabilitas pasar keuangan di Asean.

Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Nella Sri Hendriyetty mengatakan, Indonesia telah menetapkan beberapa upaya prioritas dalam mendorong stabilitas dan integrasi keuangan Asean. Salah satunya adalah mendorong perluasan pemakaian mata uang lokal agar melibatkan semua negara anggota Asean.

“Jadi menkeu dan gubernur bank sentral negara-negara anggota Asean sepakat untuk memperkuat penggunaan mata uang lokal di kawasan, dan mengurangi ketergantung terhadap mata uang internasional guna menghindari krisis,” jelas Nella dalam diskusi Forum Merdeka Barat yang berlangsung secara virtual pada Rabu (3/5/2023).

Dia mengatakan, langkah ini merupakan strategi antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan netralitas Asean di tengah tantangan perekonomian global dan konflik yang terus terjadi di dunia. Penggunaan mata uang lokal negara Asean diharapkan juga akan membuat keragaman di dalam komposisi cadangan devisa. Ini akan memberikan perlindungan tambahan pada negara-negara anggota Asean terhadap risiko volatilitas mata uang dan menambah kekuatan ekonomi kawasan.

ADVERTISEMENT

“Dengan adanya instrumen LCT ini negara-negara Asean punya pilihan bisa diversifikasi komposisi cadangan devisa. Jadi kalau negara Asean transaksi dengan sesama negara Asean akan lebih efisien dan murah,” kata Nella.

Asean akan membentuk gugus tugas untuk merumuskan proses transisi penggunaan mata uang lokal negara-negara Asean dalam transaksi keuangan intra-Asean. Hal ini akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mengurangi risiko ekonomi yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang.

Bila semua negara anggota Asean sepakat melaksanakan LCT, akan mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS. Dia mengatakan krisis ekonomi dan turbulensi ekonomi sangat dipengaruhi penggunaan dolar AS ini bukan hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara Asean lainnya. “Ini (penggunaan dolar AS) tidak bisa langsung dikurangi secara signifikan, tetapi paling enggak kalau kita punya LCT kita bisa menjadi buffer jadi kita lebih mengurangi kerentanan ke mata uang asing di pasar keuangan domestik,” kata dia.

Direktur Kerja Sama Ekonomi Asean Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Berlianto Situngkir menambahkan, LCT adalah satu inisiatif baru dari Indonesia yang telah dilakukan pada tingkat bilateral. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam transaksi ekonomi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di intra-Asean. “Meskipun tidak ada kewajiban bagi negara-negara untuk menerapkan kebijakan ini, para pelaku usaha akan menggunakan mekanisme ini apabila dianggap lebih efisien dan stabil,” tandas Berlianto.

Dia mengatakan bahwa penerapan LCT merupakan salah satu langkah untuk menciptakan suatu instrumen di dalam transaksi ekonomi di Asean khususnya bidang perdagangan dan investasi. Sehingga akan mendorong terjadinya diversifikasi mata uang. Pemerintah mendorong agar pengusaha bisa segera menerapkan LCT saat melakukan transaksi perdagangan.

“Kalau memang mata uang lain yang dianggap lebih baik tentunya mereka akan masuk kesana, sementara kalau nanti dianggap untuk menjaga stabilitas dan efisiensi tentu mereka akan menggunakan mekanisme LCT,” pungkas dia.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia