Jumat, 15 Mei 2026

Hingga 30 April, Realisasi Subsidi Sentuh Rp 62 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
23 Mei 2023 | 05:45 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta yang berlangsung secara virtual pada Senin (22/5/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta yang berlangsung secara virtual pada Senin (22/5/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi subsidi hingga 30 April 2023 mencapai Rp 62 triliun. Angka ini terbagi dalam subsidi energi sebesar Rp 42,2 triliun dan subsidi non energi Rp 19,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, untuk subsidi energi digunakan untuk subsidi listrik, subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Dengan rincian realisasi subsidi listrik mencapai Rp 15,3 triliun untuk 39,2 juta pelanggan. Sedangkan realisasi subsidi BBM premium dan diesel sebanyak Rp 5,2 triliun ditambahkan dengan kompensasi sebesar Rp 33,8 triliun.

“Mereka yang menggunakan LPG 3 kilogram menikmati subsidi yang sudah dibayarkan Rp 21,6 triliun hingga April,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta pada Senin (22/5/2023).

Subsidi non energi diberikan untuk dalam bentuk program Kartu Prakerja yang disalurkan terhadap 182,6 ribu peserta dengan nilai manfaat Rp 804,2 miliar. Subsidi non energi juga digunakan untuk memberikan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), Public Service Obligation (PSO) Perkeretaapian, dan Imbal Jasa Penjaminan.

ADVERTISEMENT

“Selain itu untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah mendapatkan rumah, pemerintah telah memberikan subsidi sebesar Rp 204,1 miliar untuk 50,3 ribu rumah,” tutur Sri Mulyani.

Dia juga memaparkan, realisasi kompensasi sampai dengan 5 Mei 2023 mencapai Rp 33,8 triliun. Untuk kompensasi ini adalah sebagian dana kompensasi yang sudah terjadi tahun sebelumnya yaitu Rp 24,5 triliun untuk PT Pertamina.

“Lalu Rp 0,3 triliun untuk PT AKR dan pembayaran sebagian kekurangan dana kompensasi listrik tahun 2022 sebesar Rp 9 triliun,” tutur Sri Mulyani.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia