Jumlah Kunjungan Wisman Tembus 865,81 Ribu pada April 2023
JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2023 mencapai 865,81 ribu kunjungan. Jumlah ini turun tipis 0,39% dibandingkan Maret 2023 (month to month/mtm). Meski demikian, jumlah tersebut naik 270,34% dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan secara kumulatif dari Januari hingga April 2023 jumlah kunjungan wisman ke tanah air mencapai 3,17 juta kunjungan. Jumlah kunjungan wisman pada empat bulan pertama tahun 2023 ini meningkat 393,83% jika dibandingkan total kunjungan wisman dari periode yang sama tahun 2022.
“Jumlah kunjungan wisman secara kumulatif ini sudah setara 53,88% dari total kunjungan wisman sepanjang tahun 2022. Namun total kunjungan wisman april 2023 lebih rendah dari periode yang sama tahun 2019 atau sebelum pandemi,” kata Pudji dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (5/6/2023).
Sedangkan khusus untuk April 2023 jumlah kunjungan wisman pada April 2023 yang melalui pintu masuk utama sebanyak 703,24 ribu kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 162,57 ribu kunjungan. Jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman dengan moda angkutan udara yang berkontribusi sebesar 79,69%, sedangkan wisman dengan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya sebesar 18,22% dan 2,09%.
Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan udara pada April 2023 mencapai 560,43 ribu kunjungan, naik 475,39% dibandingkan dengan April 2022 dan naik 1,04% dibandingkan dengan April 2023 (mtm). Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan laut pada April 2023 tercatat 128,14 ribu kunjungan, naik 931,10% dibandingkan April 2022 , tetapi turun 4,87% dibandingkan April 2023 (mtm).
Berdasarkan kebangsaan, wisman yang berkunjung ke Indonesia pada April 2023 didominasi oleh wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 147,25 ribu kunjungan (17,01 %); diikuti berkebangsaan Australia sebanyak 109,88 ribu kunjungan (12,69%); berkebangsaan Singapura sebanyak 97,28 ribu kunjungan (11,24 %); berkebangsaan Timor Leste sebanyak 61,08 ribu kunjungan (7,05%); dan berkebangsaan Tiongkok sebanyak 55,09 ribu kunjungan (6,36%).
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Indonesia pada April 2023 mencapai 41,37% atau naik 7,14 poin dibandingkan April 2022. Bali, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan mencatat kenaikan TPK yang signifikan, masing-masing sebesar 25,33 poin, 13,52 poin, dan 12,01 poin. Sementara itu, Papua Barat, Papua, dan Kalimantan Tengah justru mencatat penurunan TPK terdalam, masing-masing sebesar 6,95 poin, 3,79 poin, dan 3,72 poin.
TPK hotel bintang secara kumulatif pada Januari hingga April 2023 mencapai 45,05%, naik 4,93 poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2022. Kenaikan tertinggi terjadi di Bali, Kepulauan Riau, dan Jambi, masing-masing sebesar 23,97 poin, 12,91 poin, dan 7,30 poin. Di sisi lain, penurunan terbesar tercatat di Riau, Papua Barat, dan Papua, masing- masing sebesar 5,76 poin, 5,02 poin, dan 4,65 poin.
Secara spasial, TPK hotel bintang pada April 2023 yang tertinggi tercatat di Kalimantan Timur sebesar 53,62%, diikuti oleh Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan, masing-masing sebesar 47,30 % dan 46,86 %. Sementara itu, TPK terendah tercatat di Bangka Belitung, Aceh, dan Sulawesi Barat, masing-masing sebesar 24,85%, 20,82%, dan 16,23%.
“TPK tertinggi tercatat di Kalimantan Timur 53,62% yang didorong oleh penyelenggaraan pembangunan IKN dan kegiatan meeting. Rata-rata lama menginap pada hotel klasifikasi bintang pada April 2023 adalah 1,63 hari yaitu turun 0,4 poin dibandingkan bulan sebelumnya atau naik 0,01 poin dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya,” kata dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






