Asia Berperan 70% terhadap Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2023
KUALA LUMPUR, Investor.id – Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) menyatakan 70% negara-negara Asia akan berkontribusi hingga 70% terhadap pertumbuhan ekonomi global tahun 2023. Hal ini sejalan dengan proyeksi lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).
“Dana Moneter Internasional memproyeksikan bahwa pada 2023, Asia akan berkontribusi terhadap 70% pertumbuhan global. 'Dekade Asia' benar-benar telah tiba, dengan janji kemakmuran yang kaya bagi negara-negara di kawasan ini,” ucap Chief Executive Officer AVPN Naina Subberwal Batra dalam AVPN Global Conference 2023 di Kuala Lumpur Convention Center pada Selasa (20/6/2023).
Tingginya peran perekonomian negara-negara Asia tidak sejalan dengan upaya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s). Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific/UNESCAP) memperkirakan bahwa pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan saat ini, negara-negara di kawasan Asia Pasifik baru akan memenuhi komitmen SDG-nya pada tahun 2065.
“35 tahun lebih lama dari yang diharapkan, dan bahkan untuk melakukan ini, akan membutuhkan tambahan US$ 1,5 triliun, kata dia.
Dia menuturkan bahwa tantangan untuk mencapai SDG’s adalah kemiskinan, ketidaksetaraan, perubahan iklim, kesenjangan gender, dan kesenjangan pendidikan. Pada saat yang sama juga terjadi kendala pada meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrim, ketegangan geopolitik, pandemi kerentanan dan meningkatnya tingkat ketimpangan akan merusak fondasi infrastruktur sosial-ekonomi.
”Oleh karena itu kita harus bertindak, tidak hanya menyelesaikan tantangan yang dihadapi kawasan ini, tetapi menggunakan solusi ini untuk menempatkan pandangan baru sebagai pertimbangan untuk secara efektif mengatasi tantangan global kritis yang berdampak buruk,” tutur Naina.
Naina menekankan bahwa penyelenggaraan AVPN Global Conference 2023 bertujuan agar ada mempertemukan antara pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan. Dalam hal ini kemakmuran dan kesejahteraan bukanlah hak istimewa yang hanya dinikmati bagi segelintir orang, tetapi dapat dirasakan secara merata oleh semua orang.
“Dalam dunia yang menghadapi berbagai tantangan, pendekatan tradisional tidak lagi memadai. Kita dihadapkan pada masalah mendesak yang menuntut solusi transformatif,” tutur dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






