Meniru Pola Jepang dan Korsel
26 Jun 2023 | 09:30 WIB
JAKARTA, investor.id – Banyak negara yang berpuluh tahun terjerambab dalam jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap/MIT), terutama beberapa negara Amerika Latin dan Afrika. Namun, tidak sedikit negara yang relatif cepat lolos dari MIT. Indonesia termasuk cukup lama tersandera fenomena MIT, salah satunya karena ‘kutukan’ sumber daya alam (SDA).
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid berpendapat, beberapa penyebab negara maju dan negara berkembang di dunia terjerambab dalam kondisi middle income trap (MIT) adalah akibat ketergantungan terhadap SDA serta sumber daya manusia (SDM) yang kurang berkualitas. Faktor lainnya adalah kalah dalam persaingan perkembangan teknologi dengan negara maju.
Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan membutuhkan waktu kurang dari 20 tahun dalam berjuang untuk lolos MIT. Tiongkok dengan telaten mengatasi fenomena MIT dan kini bergerak cepat menuju gerbang negara maju. Arsjad menyebut bahwa beberapa strategi yang ditempuh negara-negara maju tersebut bisa diterapkan di Indonesia dengan fokus pada peningkatan produktivitas.
Baca Juga:
Bergegas Menuju Indonesia Emas 2045Jepang, kata dia, keluar dari MIT dengan menerapkan peningkatan produktivitas melalui pengembangan teknologi dengan skema desentralisasi. Produksi barang-barang berteknologi mulai dari level daerah hingga pusat membuat pendapatan per kapita Jepang meningkat.
Selain itu, Jepang menerapkan kolaborasi antara UMKM dengan usaha besar, sehingga dapat membangun kohesi sosial ekonomi yang berkelanjutan. Pada akhirnya Jepang berhasil menjadi negara maju yang memiliki produk-produk berteknologi tinggi dengan dukungan dari industri-industri kecilnya. “Skema pemerataan transfer teknologi dan kolaborasi usaha besar dan UMKM yang dilakukan Jepang dapat menjadi acuan bagi Indonesia,” ujar Bos Indika Energy tersebut.
Di lain sisi, pembenahan kualitas pendidikan tinggi yang dilakukan oleh Korea Selatan juga dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Kualitas pendidikan tinggi menjadi kunci bagi penduduk untuk mendapatkan pekerjaan yang tepat dengan penghasilan yang layak. Pengembangan pengetahuan dan keterampilan SDM harus berjalan beriringan sehingga dapat berkontribusi langsung terhadap dunia usaha.
Korea Selatan menghadapi MIT dengan meningkatkan produktivitas melalui transfer teknologi tinggi dan juga peningkatan kualitas pendidikan tinggi dalam membangun SDM. Strategi ini berhasil membuat Korea Selatan keluar dari MIT hanya dalam kurun waktu 19 tahun.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Tag Terpopuler
Terpopuler






