Jumat, 15 Mei 2026

Realisasi Pembiayaan APBN Lewat Penerbitan Utang Capai 21% dari Target 

Penulis : Arnoldus Kristianus
27 Jun 2023 | 13:12 WIB
BAGIKAN
Menkeu Sri Mulyani
Sumber: Antara
Menkeu Sri Mulyani Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi pembiayaan melalui penerbitan utang per Mei 2023 mencapai Rp 150,4 triliun atau 21,6% dari target dalam pagu APBN 2023. Pembiayaan anggaran terjaga dalam batas aman dengan tetap mencermati volatilitas pasar keuangan global dan ketersediaan likuiditas pemerintah.

“Realisasi pembiayaan utang sampai Mei 2023 mencapai Rp 150,4 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 91,2 triliun maka terjadi kenaikan 64,9%,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KITA) Juni 2023 yang berlangsung secara virtual pada Senin (26/6/2023).

Catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukan bahwa dari realisasi utang Rp 150,4 triliun jumlah ini terbagi dalam Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 144,5 triliun dan pinjaman sebesar Rp 5,9 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 maka realisasi SBN tumbuh 92% dari realisasi per 31 Mei 2022 yang sebesar Rp 75,3 triliun. Sedangkan realisasi pinjaman mengalami kontraksi 63,2% sebab pada 31 Mei 2022 realisasi pinjaman mencapai Rp 16 triliun. Pengelolaan dan timing penerbitan utang baik melalui SBN dan pinjaman terkendali sesuai dengan strategis pembiayaan tahun 2023.

“Realisasi pembiayaan melalui penerbitan surat utang yang Rp 150,4 triliun itu sebetulnya masih 21,6 % dari pagu 2023, meskipun meningkat tajam dibandingkan tahun lalu. Hal ini karena dalam situasi di mana penerimaan yang cukup kuat dan surplus anggaran menyebabkan kita semuanya melakukan berbagai strategi untuk penurunan issuance utang kita,” tutur Sri Mulyani.

ADVERTISEMENT

Pada bulan Mei 2023 telah diterbitkan Samurai Bond sebesar JPY 104,8 miliar atau US$ 760 juta. Di dalamnya termasuk penerbitan Blue Bonds. Transaksi ini mendapat apresiasi dan respons positif dari investor Jepang. Penerbitan perdana Blue Bonds ini mempertegas kepemimpinan Indonesia dalam ekonomi berkelanjutan di pasar global sebagai negara pertama di dunia yang menerbitkan Blue Bonds dan menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap sustainable financing.

“Dari sisi feedback, memang investor di seluruh dunia mereka mengharapkan akan diterbitkannya lebih banyak surat utang yang bertema environment. Baik itu blue bond, green bond, maupun SDG’s bond sebab ini memang menjadi tren global dari sisi pembiayaan, jadi Indonesia sudah dalam posisi yang cukup baik dalam memanfaatkan appetite global terhadap surat utang yang bertema environment,” tutur Sri Mulyani.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia