Jumat, 15 Mei 2026

DJP Pantau Pengaruh Moderasi Harga Komoditas terhadap Penerimaan Pajak

Penulis : Arnoldus Kristianus
27 Jun 2023 | 13:50 WIB
BAGIKAN
Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KITA) Juni 2023 yang berlangsung secara virtual pada Senin (26/6/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus
Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KITA) Juni 2023 yang berlangsung secara virtual pada Senin (26/6/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus

JAKARTA, investor.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, moderasi harga komoditas yang sedang terjadi akan berdampak ke penerimaan pajak.

Realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 830,29 triliun per 31 Mei 2023 atau tumbuh 17,7% (yoy). Realisasi pajak sudah mencapai 48,3% dari target penerimaan pajak tahun 2023 yang sebesar Rp 1.718 triliun.

“Kami akan terus monitor pergerakan harga komoditas yang memberikan dampak kepada PPh (pajak penghasilan). Kami akan memperhitungkan perkiraan penerimaan pajak di 2023 karena adanya moderasi harga komoditas,” tutur Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KITA) Juni 2023 yang berlangsung secara virtual pada Senin (26/6/2023).

Suryo mengatakan, beberapa sektor yang akan menjadi penopang penerimaan pajak di tahun 2023 yaitu PPh Badan yang berkontribusi sebesar 28,7% dengan pertumbuhan kumulatif selama Januari sampai Mei 2023 sebesar 24,8%, karena ditopang pemulihan aktivitas ekonomi yang mendorong peningkatan profitabilitas. Kedua yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri (DN) dengan berkontribusi sebesar 22%, secara kumulatif tumbuh 32,5%. PPN DN tumbuh positif sejalan dengan baiknya konsumsi dalam negeri serta dampak penyesuaian tarif.

ADVERTISEMENT

Ketiga, yaitu PPN Impor telah berkontribusi kepada penerimaan perpajakan sebesar 12,6% dengan pertumbuhan selama Januari sampai Mei 2023 sebesar 4,4%. Keempat, Pajak Penghasilan (PPh) 21 atau pajak yang dibayar karyawan yang dipotong pemberi kerja telah berkontribusi sekitar 11,1 % secara kumulatif berkontribusi sebesar 16,7%.

“Seluruh jenis pajak masih menunjukkan kinerja yang positif, pertumbuhannya secara kumulatif sampai akhir Mei 2023. Harapannya ke depan akan terus kami ikuti dan ini merupakan tumpuan penerimaan pajak sampai dengan akhir tahun ini,” kata Suryo.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 36 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 40 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia