Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Ingin Gabung, Sekjen OECD Datang Pekan Ini

Penulis : Jayanty Nada Shofa
7 Aug 2023 | 13:10 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam forum Democracy Dialogue di Jakarta, Senin (7/8/2023). (B-Universe Photo/Jayanty Nada Shofa)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam forum Democracy Dialogue di Jakarta, Senin (7/8/2023). (B-Universe Photo/Jayanty Nada Shofa)

JAKARTA, investor.id – Sekretaris Jenderal Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann akan mengunjungi Jakarta, Indonesia, pekan ini. Kunjungannya itu seiring dengan upaya Indonesia untuk bergabung ke OECD.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam forum Democracy Dialogue di Jakarta, Senin (7/8/2023).

Menurut Airlangga, Indonesia ingin menjadi negara Asia ketiga yang bergabung OECD setelah Jepang dan Korea Selatan. Atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Indonesia juga sudah mengirimkan surat ketertarikannya kepada OECD. Airlangga mengatakan pihak OECD pun sudah memberikan tanggapan terhadap surat pendaftaran Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Minggu ini, Sekjen OECD akan berkunjung ke Jakarta. Indonesia telah lama menjadi mitra utama OECD. Bahkan OECD memiliki kantor di sini meski Indonesia belum menjadi anggota OECD,” ucap Airlangga.

“Ini menunjukkan OECD ingin membawa Indonesia agar menjadi bagian dari negara-negara yang ncome per capita-nya melebihi US$ 10.000,” tambah irlangga.

Diketahui, Airlangga dan Cormann sebelumnya telah menggelar pertemuan virtual pada 11 Juli lalu.

Airlangga mengatakan, keanggotaan OECD dapat membantu Indonesia untuk menetapkan standar yang tinggi di berbagai bidang seperti ekonomi hijau.

“OECD akan menghadirkan standar tinggi dalam pemerintahan, termasuk standar di bidang ekonomi hijau, ekonomi bersih maupun ekonomi yang adil. Termasuk juga standar dari regulasi yang dihasilkan oleh parlemen,” jelas Airlangga.

Menurut Airlangga, pendapatan per kapita Indonesia saat ini berada di US$ 4.750. Indonesia ingin menargetkan menaikkan pendapatan per kapita menjadi US$ 5.500 di akhir tahun 2024. Sebagai informasi, OECD meliputi 38 negara termasuk Inggris dan AS. Indonesia resmi menjadi negara mitra utama OECD pada tahun 2007.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 34 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 38 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia